
Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi paling dinamis di Pulau Borneo. Secara geografis, provinsi ini merupakan yang terkecil di Kalimantan, namun secara demografis dan ekonomi, wilayah ini memiliki kepadatan dan pengaruh yang luar biasa. Dengan topografi yang unikโmulai dari rawa lebak, aliran sungai yang masif, hingga jajaran Pegunungan MeratusโKalimantan Selatan melahirkan kota-kota dengan karakteristik yang sangat kontras satu sama lain.
Mengenal kota-kota di Kalimantan Selatan adalah perjalanan memahami bagaimana manusia beradaptasi dengan air (budaya sungai) sekaligus mengolah kekayaan daratan (tambang dan perkebunan). Berikut adalah penelusuran mendalam mengenai kota-kota utama yang menjadi denyut nadi provinsi ini.
1. Banjarmasin: Kota Seribu Sungai yang Melegenda
Selama berabad-abad, Banjarmasin adalah pusat gravitasi Kalimantan Selatan. Meskipun status ibu kota provinsi telah berpindah, Banjarmasin tetap memegang peran sebagai pusat perdagangan, jasa, dan budaya. Kota ini unik karena dibangun di atas delta sungai, di mana aliran Sungai Barito dan Sungai Martapura bertemu.
Pesona utama Banjarmasin terletak pada Pasar Terapung Muara Kuin dan Lok Baintan. Di sini, aktivitas ekonomi terjadi di atas jukung (perahu kayu), sebuah tradisi yang telah bertahan selama ratusan tahun. Mengenal Banjarmasin berarti mengenal labirin sungai yang membelah pemukiman. Transportasi air masih menjadi urat nadi, dan rumah-rumah panggung di atas air (rumah lanting) menjadi pemandangan ikonik. Secara ekonomi, Banjarmasin adalah pintu gerbang logistik utama bagi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah melalui pelabuhan Trisakti.
2. Banjarbaru: Ibu Kota Baru yang Modern dan Hijau
Sejak tahun 2022, Banjarbaru resmi mengemban amanah sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan. Berbeda dengan Banjarmasin yang tumbuh organik di tepian sungai, Banjarbaru adalah kota yang dirancang (planned city). Dirancang oleh arsitek Van der Pijl pada era 1950-an, kota ini memiliki tata ruang yang lebih rapi, jalan yang lebar, dan banyak ruang terbuka hijau.
Banjarbaru kini bertransformasi menjadi pusat pemerintahan yang modern. Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel yang megah di tengah perbukitan rendah menjadi simbol kemajuan. Selain itu, Banjarbaru adalah “Pintu Gerbang Udara” bagi provinsi ini melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor. Kota ini juga dikenal sebagai pusat pendidikan dengan keberadaan kampus utama Universitas Lambung Mangkurat, menciptakan atmosfer kota yang dinamis, intelektual, dan multikultural.
3. Martapura: Kota Intan dan Pusat Spiritual
Hanya berjarak sepelemparan batu dari Banjarbaru, berdiri Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar. Martapura memiliki dua wajah yang sangat kuat: wajah kemilau permata dan wajah spiritual yang kental. Kota ini mendunia karena industri pengasahan dan perdagangan batu mulianya. Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) menjadi magnet bagi kolektor permata dari seluruh dunia yang mencari intan dan batu mulia asli Borneo.
Di sisi lain, Martapura dijuluki sebagai “Serambi Mekkah” karena merupakan pusat pendidikan Islam tertua dan terbesar di Kalimantan. Keberadaan Pondok Pesantren Darussalam dan makam para ulama besar, seperti Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kalampayan) dan Guru Sekumpul, menjadikan Martapura sebagai destinasi wisata religi yang tak pernah sepi. Mengenal Martapura adalah mengenal perpaduan antara kerja keras mendulang intan dan ketulusan dalam beribadah.
4. Pelaihari: Pesona Pesisir dan Bukit Hijau
Bergerak ke arah selatan menuju Kabupaten Tanah Laut, kita akan bertemu dengan Pelaihari. Kota ini menawarkan lanskap yang sangat berbeda dengan kota-kota sebelumnya. Pelaihari adalah perpaduan antara wilayah agraris, peternakan, dan wisata pesisir.
Kabupaten ini dikenal sebagai lumbung jagung dan sentra peternakan sapi terbesar di Kalimantan Selatan. Namun bagi pelancong, Pelaihari adalah gerbang menuju pantai-pantai indah seperti Pantai Batakan Baru dan Pantai Takisung. Selain itu, keberadaan bukit-bukit hijau yang menyerupai perbukitan di luar negeri, seperti Bukit Lebak Naga atau Bukit Mulawarman, menjadikan Pelaihari sebagai destinasi favorit bagi mereka yang merindukan kesegaran alam pegunungan yang berbatasan langsung dengan laut.
5. Rantau, Kandangan, dan Barabai: Tiga Serangkai “Hulu Sungai”
Kawasan “Hulu Sungai” (Banua Enam) dihuni oleh kota-kota yang kaya akan sejarah dan kuliner.
- Rantau (Kabupaten Tapin): Dikenal dengan kekayaan batu baranya, namun juga memiliki tradisi unik seperti Baayun Maulud dan kuliner khas Cabai Hiyung yang diklaim sebagai salah satu cabai terpedas di Indonesia.
- Kandangan (Kabupaten Hulu Sungai Selatan): Merupakan kota perjuangan pahlawan Brigjen Hasan Basry. Kota ini adalah surga kuliner, terkenal ke seluruh nusantara melalui Ketupat Kandangan-nya yang otentik. Kandangan juga menjadi gerbang menuju Loksado, pusat ekowisata Pegunungan Meratus dan Bamboo Rafting.
- Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah): Sering dijuluki sebagai “Paris van Borneo” karena keasrian dan keberhasilannya mempertahankan hutan tanpa tambang batu bara. Barabai dikenal dengan kuliner Apam Barabai dan Kacang Jaruk yang sangat melegenda.
6. Amuntai dan Tanjung: Dari Kerbau Rawa hingga Industri Energi
Di bagian utara provinsi, terdapat dua kota penting lainnya:
- Amuntai (Kabupaten Hulu Sungai Utara): Kota ini unik karena sebagian besar wilayahnya adalah rawa lebak. Amuntai terkenal dengan Kerbau Rawa-nya dan industri kerajinan tangan dari eceng gondok yang menembus pasar ekspor. Mengenal Amuntai adalah melihat bagaimana masyarakat beradaptasi dengan ekosistem rawa yang luas.
- Tanjung (Kabupaten Tabalong): Merupakan kota industri yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Sebagai pusat pertambangan batu bara terbesar (Adaro), Tanjung adalah kota yang sibuk dan maju secara infrastruktur. Kota ini juga menjadi titik strategis karena akan menjadi salah satu penyangga penting bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
7. Batulicin dan Kotabaru: Gerbang Maritim dan Wisata Bahari
Di sisi timur, terdapat Batulicin (Kabupaten Tanah Bumbu) yang tumbuh pesat sebagai kota pelabuhan dan industri pertambangan. Batulicin adalah titik penyeberangan utama menuju Kotabaru di Pulau Laut. Kotabaru sendiri adalah kota pelabuhan yang sangat eksotis, dikelilingi oleh pegunungan dan pantai. Lagu “Paris Barantai” lahir dari kerinduan akan keindahan kota pesisir ini, yang kini terus berkembang sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia Timur.
Kesimpulan

Mengenal kota-kota di Kalimantan Selatan adalah memahami sebuah mozaik peradaban. Dari Banjarmasin yang bersahaja di atas air, Banjarbaru yang visioner sebagai ibu kota, hingga kota-kota di Hulu Sungai yang menjaga tradisi kuliner dan alam.
Setiap kota memiliki peranannya masing-masing dalam membentuk identitas Kalimantan Selatan sebagai provinsi yang religius, pekerja keras, namun tetap harmonis dengan alam. Kekayaan budaya Banjar yang melekat di setiap sudut kota ini menjadikan Kalimantan Selatan bukan sekadar wilayah geografis, melainkan sebuah rumah yang penuh kehangatan bagi siapa pun yang datang mengunjunginya.
Baca Lebih Banyak Berita Hanya Disini : IRON4D

















