
Duka akibat musibah kebakaran nampaknya masih menyelimuti kawasan Banua Anam, Kalimantan Selatan. Belum kering air mata warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akibat musibah serupa beberapa waktu lalu, kini giliran warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang harus menghadapi ujian berat. Peristiwa memilukan terjadi pada sore tadi, di mana empat rumah di Barabai Darat, HST, dilalap sijago merah dengan sangat cepat, menyisakan puing-puing arang dan kesedihan mendalam bagi para korban.
Kejadian yang berlangsung di pemukiman padat penduduk Kelurahan Barabai Darat ini kembali mengingatkan kita akan tingginya risiko kebakaran di kawasan pemukiman Kalimantan Selatan, terutama saat cuaca panas menyengat dan kondisi bangunan yang mayoritas masih didominasi material kayu.
1. Kronologi Kejadian: Api Muncul Saat Warga Bersantai
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.30 WITA. Sore yang semula tenang di lingkungan Barabai Darat mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu atap rumah warga.
- Angin Kencang Mempercepat Penjalarannya: Kondisi cuaca sore tadi yang cukup berangin membuat lidah api dengan sangat cepat merembet ke bangunan di sekitarnya. Struktur bangunan yang rapat dan berbahan kayu kering menjadi “bahan bakar” sempurna bagi sijago merah untuk mengamuk.
- Teriakan Histeris Warga: Suara teriakan “Api! Api!” memecah kesunyian sore. Warga berhamburan keluar rumah sembari berusaha menyelamatkan barang berharga seadanya. Namun, karena api membesar begitu cepat, sebagian besar harta benda milik korban tidak sempat terselamatkan.
2. Aksi Heroik Barisan Pemadam Kebakaran (BPK)
Begitu mendapat laporan, puluhan armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari berbagai penjuru Barabai dan sekitarnya langsung meluncur ke lokasi kejadian. Suara sirine yang bersahut-sahutan menandakan kegentingan situasi sore tadi.
- Kendala Akses Jalan: Petugas pemadam kebakaran sempat mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di gang yang relatif sempit. Namun, berkat ketangkasan relawan dan bantuan warga sekitar yang bahu-membahu menyambung selang air, api akhirnya berhasil dilokalisir.
- Pendinginan Area: Setelah sekitar satu jam berjibaku dengan panasnya api, petugas akhirnya berhasil memadamkan sisa-sisa bara. Upaya pendinginan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi (deep seated fire) yang berpotensi menyala kembali.
Tabel Data Korban dan Dampak Kebakaran Barabai Darat (Maret 2026)
| Nama Pemilik Rumah | Kondisi Bangunan | Perkiraan Kerugian | Kebutuhan Mendesak |
| Keluarga A | Rusak Berat (100%) | Ratusan Juta Rupiah | Pakaian, Makanan, Tenda |
| Keluarga B | Rusak Berat (100%) | Puluhan Juta Rupiah | Perlengkapan Bayi |
| Keluarga C | Rusak Berat (90%) | Ratusan Juta Rupiah | Dokumen Penting, Pakaian |
| Keluarga D | Rusak Sedang (Bagian Samping) | Belasan Juta Rupiah | Material Bangunan |
| Total Objek | 4 Unit Rumah | Mencapai Rp 500+ Juta | Bantuan Logistik & Obat |
3. Dugaan Penyebab: Arus Pendek Masih Menjadi Sorotan
Meskipun pihak kepolisian dari Polres HST masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memasang garis polisi (police line), dugaan sementara dari warga sekitar mengarah pada korsleting listrik atau arus pendek di salah satu rumah yang sedang kosong ditinggal pemiliknya.
Masalah instalasi listrik tua yang tidak pernah diremajakan seringkali menjadi pemicu utama musibah kebakaran di pemukiman padat Barabai. Beban listrik yang berlebihan serta penggunaan kabel yang tidak standar SNI meningkatkan risiko percikan api yang bisa berakibat fatal.
4. Solidaritas Banua: Bantuan Mulai Mengalir
Kabar mengenai empat rumah yang dilalap sijago merah di Barabai Darat segera menyebar di media sosial. Hal ini memicu gelombang simpati dari masyarakat Kalimantan Selatan. Beberapa organisasi sosial dan komunitas pemuda di Barabai langsung membuka posko bantuan darurat.
- Dukungan Pemerintah Daerah: Dinas Sosial Kabupaten HST bersama BPBD setempat telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan masa panik berupa paket sembako, selimut, dan peralatan dapur umum.
- Tempat Pengungsian Sementara: Para korban untuk sementara waktu diungsikan ke rumah kerabat terdekat atau posko desa yang telah disiapkan. Trauma mendalam terlihat di wajah para korban, terutama anak-anak yang harus kehilangan tempat tinggal mereka dalam hitungan menit.
5. Rentetan Musibah di Hulu Sungai: Alarm bagi Warga
Kejadian sore tadi di Barabai Darat seolah menjadi pengingat pahit setelah sebelumnya musibah kebakaran juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Rentetan kejadian ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh warga Banua Anam untuk lebih waspada.
“Kami baru saja mendengar berita duka dari HSU kemarin, sekarang giliran tetangga kami di Barabai yang kena musibah. Ini pelajaran buat kita semua agar jangan teledor dengan kompor atau kabel listrik di rumah,” ujar salah seorang warga yang membantu proses pemadaman.
6. Langkah Antisipasi: Mewujudkan “Barabai Tangguh Bencana”
DPRD HST dan Pemerintah Daerah diharapkan segera merumuskan langkah nyata untuk meminimalisir risiko kebakaran di masa depan. Beberapa poin yang menjadi masukan warga antara lain:
- Sosialisasi Keamanan Listrik: Menggandeng PLN untuk memberikan edukasi mengenai bahaya arus pendek dan pentingnya pengecekan instalasi listrik secara berkala.
- Penyediaan Hidran di Pemukiman Padat: Memastikan ketersediaan sumber air atau hidran di gang-gang sempit guna mempermudah kerja BPK saat terjadi keadaan darurat.
- Pelatihan Mitigasi bagi Warga: Memberikan pelatihan dasar pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau karung goni basah di tingkat RT/RW.
Kesimpulan: Doa dan Dukungan untuk Barabai Darat
Musibah yang menimpa empat rumah di Barabai Darat sore tadi adalah duka kita bersama. Di tengah kesulitan ini, semangat gotong royong warga Kalimantan Selatan kembali diuji. Mari kita ulurkan tangan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.

Harta benda mungkin bisa dicari kembali, namun keselamatan nyawa adalah yang utama. Beruntung dalam kejadian sore tadi tidak dilaporkan adanya korban jiwa, meskipun kerugian materil diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali menata hidup di atas puing-puing sisa kebakaran ini. Barabai kuat, HST bangkit!
BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
โBERITA IRON4D
โBERITA BOLA
โBERITA KALTENG
โBERITA KALTIM

















