Author: admin

  • Antusiasme Warga Kalimantan Selatan Serbu Pangan Murah Hari Ini: Manifestasi Harapan di Tengah Gejolak Harga

    Pagi yang biasanya tenang di beberapa titik kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai lapisan ekonomi tampak memadati area yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Pantauan di lapangan hari ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa; warga bahkan sudah mulai mengantre sejak fajar menyingsing demi mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih miring dibandingkan harga di pasar tradisional maupun ritel modern.

    Fenomena ini bukan sekadar aktivitas belanja biasa, melainkan cerminan dari tingginya harapan masyarakat Banua akan kedaulatan pangan dan stabilitas ekonomi rumah tangga. Di tengah tren kenaikan harga beberapa komoditas strategis, pasar murah hadir sebagai oase yang memberikan napas lega bagi dapur rakyat.

    1. Seruan Ekonomi: Mengapa Warga “Menyerbu” Pasar Murah?

    Lonjakan jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang ini dipicu oleh selisih harga yang sangat signifikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan, memberikan subsidi harga yang membuat komoditas utama menjadi sangat terjangkau.

    • Beras sebagai Magnet Utama: Beras jenis premium maupun lokal (seperti beras Siam) menjadi barang yang paling cepat ludes. Dengan harga yang disubsidi hingga 20-25%, warga merasa dapat menghemat pengeluaran bulanan mereka secara drastis.
    • Minyak Goreng dan Gula Pasir: Dua bahan ini menyusul sebagai komoditas terlaris. Keinginan warga untuk menyetok kebutuhan pokok demi mengantisipasi lonjakan harga di masa mendatang membuat antrean di stan minyak goreng tampak mengular panjang.
    • Efek Domino Psikologis: Melihat tetangga atau kerabat yang mendapatkan barang murah memicu efek berantai bagi warga lain untuk ikut berbondong-bondong datang ke lokasi.

    2. Peta Distribusi: Merata di Seluruh Wilayah Banua

    Antusiasme hari ini tidak hanya terpusat di Kota Banjarmasin atau Banjarbaru. Laporan dari berbagai daerah menunjukkan semangat yang serupa:

    1. Wilayah Hulu Sungai (Benua Enam): Di kabupaten seperti Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara, pasar murah menjadi tempat berkumpulnya masyarakat perdesaan yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan paket sembako murah.
    2. Wilayah Pesisir: Di Tanah Bumbu dan Kotabaru, kehadiran pangan murah sangat membantu para nelayan dan buruh pelabuhan dalam menekan biaya hidup harian.
    3. Kawasan Satelit: Kabupaten Banjar dan Barito Kuala juga mencatatkan angka kunjungan yang luar biasa, di mana stok yang disediakan petugas seringkali habis hanya dalam hitungan jam.

    Tabel Perbandingan Harga Pangan Murah vs Pasar Tradisional Hari Ini

    KomoditasHarga Pasar Tradisional (Rata-rata)Harga Pangan Murah Hari IniSelisih Harga (Hemat)
    Minyak Goreng (1 Liter)Rp18.500Rp14.000Rp4.500
    Beras Premium (5 Kg)Rp78.000Rp62.000Rp16.000
    Telur Ayam (1 Rak)Rp60.000Rp52.000Rp8.000
    Gula Pasir (1 Kg)Rp17.500Rp15.000Rp2.500

    3. Ketertiban dan Pengamanan: Sinergi di Tengah Keramaian

    Meskipun diserbu ribuan orang, pelaksanaan pangan murah hari ini relatif berjalan tertib. Hal ini berkat kesiapsiagaan aparat gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan kepolisian setempat yang membantu mengatur alur antrean.

    Panitia pelaksana juga menerapkan sistem kupon dan pembatasan jumlah pembelian per orang. Langkah ini diambil agar distribusi pangan murah berjalan adil dan merata, serta mencegah adanya oknum spekulan yang mencoba memborong barang untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Senyum kepuasan terpancar dari wajah ibu-ibu rumah tangga saat mereka berhasil menenteng kantong belanjaan berisi bahan pokok dengan harga terjangkau.

    4. Partisipasi Pelaku Usaha dan UMKM Lokal

    Pasar murah hari ini juga menjadi panggung bagi para pelaku UMKM lokal Kalimantan Selatan. Selain bahan pokok pabrikan, banyak stan yang menyediakan produk olahan rumah tangga seperti hasil tani segar dari petani lokal, kerupuk ikan, hingga sambal tradisional.

    Keterlibatan UMKM ini memberikan dampak ganda:

    • Bagi Konsumen: Mendapatkan produk segar berkualitas langsung dari produsen.
    • Bagi Pelaku Usaha: Memperluas akses pasar dan meningkatkan volume penjualan mereka di tengah keramaian massa.Pemerintah daerah memang sengaja menggandeng para petani dan peternak lokal agar rantai distribusi menjadi lebih pendek, yang pada akhirnya menguntungkan kedua belah pihak.

    5. Strategi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

    Antusiasme warga yang “menyerbu” pasar murah hari ini dipandang sebagai indikator keberhasilan intervensi pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan secara aktif memantau pergerakan harga melalui kegiatan ini.

    Dengan memberikan akses pangan murah secara masif, tekanan terhadap kenaikan harga di pasar umum dapat diredam. Ini adalah instrumen kebijakan yang sangat efektif untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas ekonomi makro di tingkat provinsi tetap terjaga, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

    6. Harapan Masyarakat: Keberlanjutan adalah Kunci

    Dibalik keriuhan hari ini, terdapat pesan tersirat dari masyarakat Kalimantan Selatan. Banyak warga berharap agar kegiatan pangan murah seperti ini tidak hanya bersifat temporer atau saat momen tertentu saja.

    “Kami sangat terbantu. Harapannya, kalau bisa sebulan sekali atau dua minggu sekali diadakan di tingkat kelurahan,” ujar salah satu warga yang mengantre. Aspirasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk merancang program ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan dan berbasis kewilayahan agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih rutin oleh masyarakat prasejahtera.

    Kesimpulan: Kemenangan Kecil di Dapur Rakyat

    Antusiasme luar biasa warga Kalimantan Selatan yang menyerbu pangan murah hari ini adalah bukti bahwa kebutuhan dasar tetap menjadi prioritas utama. Kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat melalui aksi nyata seperti ini mampu memberikan suntikan semangat dan rasa aman secara ekonomi.

    Pasar murah hari ini bukan sekadar tentang transaksi jual beli, melainkan tentang bagaimana sebuah kebijakan mampu menyentuh aspek paling fundamental dalam kehidupan bermasyarakat: ketersediaan makanan di meja makan. Selama sinergi antara pemerintah, distributor, dan masyarakat tetap terjaga, maka tantangan ekonomi seberat apa pun akan terasa lebih ringan untuk dipikul bersama oleh seluruh rakyat Banua.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA LINK5000
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    -BERITA KALTENG

  • Polda Kalsel Berangkatkan 617 Pemudik yang Pulang Kampung untuk Merayakan Lebaran di Rumah

    Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti markas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) saat ratusan warga berkumpul dengan tas dan koper di tangan. Bukan untuk urusan hukum, melainkan untuk memulai perjalanan suci menuju kampung halaman. Dalam upaya nyata mendukung kelancaran tradisi tahunan masyarakat, Polda Kalsel resmi memberangkatkan 617 pemudik melalui program “Mudik Gratis Presisi” guna memastikan warga bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta dengan aman dan nyaman.

    Program ini merupakan bagian dari instruksi Kapolri yang diterjemahkan secara apik oleh Kapolda Kalsel sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat Banua. Dengan melepas keberangkatan ratusan pemudik ini, Polri menunjukkan sisi humanisnyaโ€”bahwa tugas polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pelayan yang memudahkan urusan rakyat di hari yang fitri.

    1. Menjawab Kerinduan dengan Fasilitas Gratis

    Bagi 617 pemudik yang ikut serta, program ini adalah jawaban atas kendala finansial dan transportasi yang sering menghantui menjelang lebaran. Lonjakan harga tiket bus antar-kota dan keterbatasan armada seringkali membuat warga berpenghasilan rendah harus menunda keinginan untuk pulang kampung.

    Polda Kalsel mengerahkan puluhan armada bus dan minibus yang layak jalan untuk mengantar para pemudik ke berbagai penjuru kabupaten di Kalimantan Selatan hingga ke provinsi tetangga. Partisipasi warga yang membludak menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah dan aparat di tengah-tengah mereka saat momen krusial seperti Lebaran.

    2. Rute Perjalanan: Menjangkau Seluruh Penjuru Banua

    Ke-617 pemudik ini tidak hanya dikonsentrasikan pada satu wilayah, melainkan didistribusikan ke berbagai rute utama yang mencakup:

    • Jalur Hulu Sungai (Banua Enam): Meliputi wilayah Tapin, Kandangan, Barabai, Amuntai, Paringin, hingga Tanjung di perbatasan utara.
    • Jalur Pesisir: Menjangkau Tanah Laut, Tanah Bumbu (Batulicin), hingga ke ujung tenggara di Kotabaru.
    • Jalur Barito: Menuju wilayah Marabahan hingga melintasi perbatasan Kalimantan Tengah.

    Dengan cakupan rute yang luas ini, Polda Kalsel memastikan bahwa manfaat dari program ini dapat dirasakan merata oleh seluruh warga yang bekerja di pusat kota namun memiliki keluarga di wilayah terpencil.

    3. Prioritas Keamanan dan Keselamatan (Safety First)

    Salah satu misi utama dari keberangkatan 617 pemudik ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas. Perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor sangat berisiko, terutama bagi mereka yang membawa anak kecil dan barang bawaan berlebih.

    • Pengecekan Armada: Sebelum diberangkatkan, seluruh bus telah melalui pemeriksaan kelaikan (ramp check). Fungsi rem, lampu, hingga kondisi ban dipastikan dalam keadaan prima.
    • Kesehatan Sopir: Polda Kalsel melakukan tes kesehatan dan tes urine kepada seluruh pengemudi untuk memastikan mereka bebas dari pengaruh narkoba atau kelelahan ekstrem.
    • Pengawalan Petugas: Dalam beberapa rute krusial, rombongan mudik ini mendapatkan pengawalan dari unit Patroli Jalan Raya (PJR) guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur-jalur rawan macet.

    4. Sisi Humanis: Bekal dan Doa di Perjalanan

    Keberangkatan 617 pemudik ini dilepas langsung oleh pimpinan tinggi Polda Kalsel. Menariknya, polisi tidak hanya menyediakan bus gratis. Para pemudik juga dibekali dengan paket makanan untuk berbuka di jalan, air mineral, serta obat-obatan ringan.

    Momen ini menciptakan kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat. Senyum bahagia dari para pemudik, mulai dari lansia hingga anak-anak, menjadi bukti bahwa kehadiran polisi yang solutif sangat diapresiasi. “Kami ingin masyarakat pulang dengan hati yang senang dan sampai di rumah dengan selamat,” ujar salah satu pejabat Polda di sela-sela pelepasan.


    Tabel Rincian Keberangkatan Mudik Gratis Polda Kalsel

    Destinasi UtamaJumlah Penumpang (Estimasi)Jumlah Armada
    Hulu Sungai Tengah & Utara220 Orang8 Bus
    Tanah Bumbu & Kotabaru185 Orang6 Bus
    Tabalong & Balangan120 Orang4 Bus
    Tanah Laut & Sekitarnya92 Orang3 Minibus

    5. Mengurangi Kepadatan Volume Kendaraan

    Dengan mengangkut 617 orang menggunakan bus secara kolektif, Polda Kalsel secara efektif telah mengurangi setidaknya 200 hingga 300 unit kendaraan pribadi (terutama motor) di jalan raya. Hal ini memberikan kontribusi besar dalam mengurai kemacetan di titik-titik rawan seperti kawasan Liang Anggang atau jalur menuju pegunungan Meratus yang sering mengalami penumpukan kendaraan saat arus mudik.

    Manajemen arus lalu lintas menjadi lebih mudah terkendali ketika sebagian pemudik beralih ke transportasi massal yang terorganisir. Ini adalah strategi cerdas dalam Operasi Ketupat Intan yang dijalankan oleh jajaran kepolisian daerah.

    6. Harapan untuk Arus Balik

    Keberhasilan memberangkatkan 617 pemudik pada arus mudik ini diharapkan menjadi pemicu bagi program serupa pada saat arus balik nanti. Masyarakat berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan sektor swasta dapat terus ditingkatkan agar kuota mudik gratis bisa ditambah di tahun-tahun mendatang.

    Bagi mereka yang telah diberangkatkan, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan menuju kemenangan iman. Berkat inisiatif Polda Kalsel, hambatan biaya dan risiko keamanan di jalan raya dapat diminimalisir.

    Kesimpulan

    Keberangkatan 617 pemudik melalui program Polda Kalsel adalah bukti nyata dari slogan Polri Presisi. Di bawah panji pelayanan tulus, kepolisian Kalimantan Selatan telah berhasil menjembatani rindu warga dengan kampung halamannya.

    Setiap putaran roda bus yang membawa mereka menjauh dari hiruk-pikuk kota menuju kedamaian desa adalah tanggung jawab yang dijaga penuh oleh aparat. Di Lebaran kali ini, 617 keluarga akan berkumpul dengan lengkap, dan Polri menjadi bagian dari kebahagiaan tersebut. Terima kasih Polda Kalsel, selamat sampai tujuan dan selamat merayakan Idul Fitri bagi seluruh pemudik Banua.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG
    -BERITA BOLA

  • Menjelang Lebaran, Bandara Syamsudin Noor Membludak hingga 30.925 Pemudik: Rekor Baru Arus Mudik di Bumi Lambung Mangkurat

    Geliat arus mudik di Kalimantan Selatan kini telah mencapai puncaknya. Memasuki fase akhir bulan suci Ramadhan, pemandangan berbeda tampak menghiasi Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru. Ribuan orang memenuhi area keberangkatan dan kedatangan, menciptakan suasana riuh yang penuh dengan harapan untuk segera bertemu sanak saudara di kampung halaman. Berdasarkan data terbaru, angka pergerakan penumpang telah membludak hingga menyentuh angka 30.925 pemudik, sebuah statistik yang menandakan kembalinya gairah mobilitas masyarakat secara penuh pasca-masa transisi pandemi.

    Angka tiga puluh ribu lebih penumpang ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas laporan. Ia merupakan representasi dari kerinduan kolektif masyarakat “Banua” yang bekerja di perantauan maupun warga pendatang yang ingin merayakan Idul Fitri di tanah kelahiran mereka.

    1. Pecahnya Rekor Penumpang: Analisis Arus Mudik

    Lonjakan hingga 30.925 pemudik ini terjadi dalam periode puncak yang telah diprediksi oleh otoritas bandara. Jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, mencapai lebih dari 40% dari volume normal harian.

    Pihak Manajemen Angkasa Pura I mencatat bahwa mayoritas pergerakan penumpang masih didominasi oleh rute-rute gemuk seperti Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), dan Yogyakarta (YIA). Kepadatan ini tidak hanya terlihat dari jumlah orang, tetapi juga dari frekuensi penerbangan yang bertambah. Beberapa maskapai nasional bahkan harus mengajukan extra flight atau penerbangan tambahan guna mengakomodasi permintaan kursi yang terus meroket tajam menjelang hari raya.

    2. Kesiapan Infrastruktur dan Pelayanan Bandara

    Menghadapi jumlah pemudik yang membludak, manajemen Bandara Syamsudin Noor telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang. Terminal baru yang luas dan modern kini benar-benar diuji kapasitasnya.

    • Penambahan Personel: Puluhan petugas tambahan, mulai dari petugas keamanan (Avsec), petugas kebersihan, hingga customer service, dikerahkan untuk membantu mengarahkan alur penumpang agar tidak terjadi penumpukan di pintu masuk (check-in counter) maupun di area pemeriksaan keamanan.
    • Optimalisasi Fasilitas: Seluruh fasilitas bandara, mulai dari mesin self check-in, eskalator, hingga area ruang tunggu, dipastikan berfungsi 100%. Manajemen juga menyediakan posko terpadu angkutan udara lebaran yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan tim medis guna memberikan pelayanan darurat jika diperlukan.

    3. Dinamika Harga Tiket dan Antusiasme Masyarakat

    Meskipun harga tiket pesawat cenderung mengalami kenaikan sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran menjelang lebaran, hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan niat 30.925 orang tersebut untuk terbang. Bagi banyak pemudik, waktu adalah segalanya. Penggunaan transportasi udara tetap menjadi pilihan utama bagi warga Kalimantan Selatan karena faktor efisiensi waktu jika dibandingkan dengan jalur laut.

    “Lebaran setahun sekali, jadi meski harga tiket naik, kami tetap usahakan untuk pulang. Yang penting bisa kumpul keluarga di Jawa,” ujar salah satu pemudik di area ruang tunggu. Antusiasme ini jugalah yang mendorong Bandara Syamsudin Noor menjadi salah satu titik tersibuk di Pulau Kalimantan dalam sepekan terakhir.


    Tabel Statistik Arus Mudik Bandara Syamsudin Noor

    Kategori DataStatistik TerbaruKeterangan
    Total Penumpang30.925 OrangAkumulasi puncak arus mudik
    Peningkatan Volumeยฑ 42%Dibandingkan hari normal
    Rute TerpadatJakarta, Surabaya, YogyakartaJalur utama pemudik
    Jumlah Penerbangan85 – 90 MovementsPer hari selama puncak mudik
    Puncak Arus BalikPrediksi H+5 LebaranEstimasi gelombang kedua

    4. Pengawasan Keamanan dan Ketertiban

    Dengan membludaknya jumlah orang di satu titik, risiko keamanan menjadi perhatian utama. Otoritas bandara bekerja sama dengan otoritas wilayah setempat memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan. Penggunaan teknologi X-ray generasi terbaru membantu mempercepat proses pemeriksaan tanpa mengurangi tingkat ketelitian.

    Selain itu, manajemen bandara juga mengimbau kepada 30.925 pemudik tersebut untuk datang lebih awalโ€”setidaknya 3 jam sebelum keberangkatanโ€”guna menghindari keterlambatan akibat antrean panjang di area parkir maupun di gerbang pemeriksaan.

    5. Dampak Ekonomi Lokal bagi Banjarbaru dan Sekitarnya

    Membludaknya penumpang di Bandara Syamsudin Noor turut memberikan dampak ekonomi positif bagi wilayah sekitarnya, khususnya Kota Banjarbaru. Sektor transportasi lokal seperti taksi bandara, ojek daring, hingga penyewaan mobil mengalami lonjakan pesanan yang luar biasa.

    Begitu pula dengan gerai-gerai UMKM yang menjajakan oleh-oleh khas Kalimantan Selatan di area bandara seperti amplang, kain sasirangan, dan kerajinan permata. Banyak pemudik yang menyempatkan diri membeli buah tangan sebelum terbang, memberikan angin segar bagi para pelaku usaha kecil di daerah.

    6. Protokol Kesehatan dan Kenyamanan Penumpang

    Meski status pandemi telah dicabut, pihak bandara tetap menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai. Area bandara secara rutin dibersihkan untuk menjaga kenyamanan 30.925 penumpang yang berlalu-lalang. Ruang laktasi dan fasilitas ramah disabilitas juga disiagakan penuh guna melayani penumpang dari berbagai kalangan usia, mulai dari bayi hingga lansia.

    7. Harapan dan Prediksi Arus Balik

    Keberhasilan mengelola 30.925 pemudik pada arus mudik ini menjadi tolok ukur kesiapan manajemen untuk menghadapi arus balik nantinya. Diprediksi, jumlah penumpang saat arus balik akan menyamai atau bahkan melebihi angka arus mudik, mengingat banyak warga yang membawa kerabat saat kembali ke Kalimantan Selatan untuk mencari peluang kerja baru.

    Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan terus berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura I agar tren positif pelayanan ini tetap terjaga hingga seluruh rangkaian angkutan lebaran berakhir.

    Kesimpulan

    Angka 30.925 pemudik yang memadati Bandara Syamsudin Noor menjadi bukti nyata bahwa semangat silaturahmi masyarakat Banua sangatlah kuat. Infrastruktur bandara yang mumpuni, ditambah dengan kesiapsiagaan personel di lapangan, telah berhasil mengubah potensi kekacauan akibat penumpukan massa menjadi sebuah prosesi perpindahan manusia yang tertib dan terkendali.

    Bagi puluhan ribu orang tersebut, Bandara Syamsudin Noor bukan sekadar bangunan megah dari beton dan kaca, melainkan gerbang pertama yang menghubungkan mereka dengan rindu yang tertunda. Semoga seluruh pemudik dapat sampai di tujuan dengan selamat, membawa kebahagiaan ke rumah masing-masing, dan merayakan Idul Fitri dalam kedamaian.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG
    -BERITA BOLA

  • Jelang Lebaran, Kalsel Gelar Pasar Murah: Strategi Ampuh Redam Inflasi dan Ringankan Beban Rakyat

    Bulan suci Ramadhan selalu membawa berkah, namun di sisi lain, periode ini juga identik dengan fenomena tahunan berupa lonjakan harga kebutuhan pokok. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan masyarakat terhadap bahan pangan meroket tajam, yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat memicu inflasi tinggi dan menurunkan daya beli warga. Memahami tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bergerak taktis dengan menggelar rangkaian Pasar Murah Ramadhan di berbagai kabupaten dan kota.

    Langkah ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan instrumen kebijakan strategis untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat di Bumi Lambung Mangkurat dapat merayakan hari kemenangan dengan sukacita tanpa terbebani harga pangan yang mencekik leher.

    1. Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Lonjakan Permintaan

    Pasar murah yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota ini bertujuan menjadi penyeimbang (buffer) harga di pasar tradisional. Ketika harga beras, minyak goreng, dan gula pasir di pasar mulai merangkak naik akibat permainan spekulan atau kendala distribusi, pasar murah hadir dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah.

    Melalui intervensi ini, pemerintah memberikan sinyal kepada para pedagang besar agar tidak menaikkan harga secara ugal-ugalan. Keberadaan pasar murah memaksa harga pasar untuk tetap kompetitif, sehingga stabilitas ekonomi makro di tingkat regional tetap terjaga.

    2. Komoditas Unggulan dengan Harga Subsidi

    Dalam setiap gelaran pasar murah di Kalsel, terdapat beberapa komoditas utama yang menjadi incaran warga. Barang-barang ini dipilih berdasarkan tingkat konsumsi tertinggi selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran:

    • Beras Lokal dan Premium: Mengingat beras adalah makanan pokok, ketersediaannya dengan harga terjangkau adalah prioritas utama.
    • Minyak Goreng dan Gula Pasir: Dua komoditas ini merupakan bahan inti untuk membuat kue-kue lebaran khas Banjar yang menjadi tradisi di setiap rumah.
    • Telur dan Daging Ayam: Kebutuhan protein meningkat tajam untuk menu masakan hari raya seperti opor atau rendam.
    • Bawang Merah dan Putih: Bumbu dasar yang seringkali mengalami fluktuasi harga paling liar menjelang hari besar.

    Harga yang dipatok di pasar murah ini rata-rata memiliki selisih antara Rp2.000 hingga Rp5.000 lebih rendah dibandingkan harga pasar, sebuah angka yang sangat berarti bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    3. Sinergi Lintas Sektor dan Partisipasi Pelaku Usaha

    Kesuksesan pasar murah di Kalsel tidak lepas dari kolaborasi yang apik antara pemerintah daerah, Badan Urusan Logistik (Bulog), serta pelaku usaha swasta. Banyak distributor besar dan ritel modern yang dilibatkan untuk menyuplai barang langsung tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

    Selain itu, partisipasi dari TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di setiap daerah turut membantu sosialisasi dan pengorganisasian massa agar pasar murah berjalan tertib. Sinergi ini memastikan bahwa barang yang dijual berkualitas baik dan layak konsumsi, bukan barang sisa atau mendekati masa kedaluwarsa.


    Tabel Estimasi Selisih Harga Pasar Murah vs Pasar Tradisional

    KomoditasHarga Pasar Tradisional (Rata-rata)Harga Pasar Murah KalselPersentase Hemat
    Minyak Goreng (1L)Rp18.500Rp14.00024,3%
    Gula Pasir (1kg)Rp17.500Rp15.00014,2%
    Telur Ayam (1 Rak)Rp62.000Rp55.00011,2%
    Beras (5kg)Rp75.000Rp60.00020,0%

    4. Pemerataan Distribusi ke Wilayah Pelosok

    Satu hal yang menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Selatan adalah memastikan pasar murah tidak hanya terpusat di Banjarmasin atau Banjarbaru. Instruksi jelas diberikan agar pasar murah menjangkau wilayah pelosok, mulai dari pesisir di Kotabaru hingga pegunungan di wilayah Hulu Sungai (Benua Enam).

    Dengan menyasar wilayah pedesaan, pemerintah berupaya memutus ketimpangan harga antara pusat kota dan pinggiran. Hal ini sangat krusial bagi warga desa yang seringkali harus membayar lebih mahal karena kendala biaya transportasi logistik yang tinggi ke wilayah mereka.

    5. Pemberdayaan UMKM Lokal

    Pasar murah di Kalsel juga menjadi panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Selain bahan pokok pabrikan, seringkali terdapat stan yang menjual produk olahan lokal seperti kerupuk ikan, sirup buah, hingga kain sasirangan.

    Langkah ini memberikan dampak ganda (multiplier effect). Di satu sisi masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok murah, di sisi lain UMKM lokal mendapatkan akses pasar yang luas dan meningkatkan perputaran modal mereka menjelang hari raya. Ini adalah bentuk nyata dari penguatan ekonomi kerakyatan.

    6. Efek Psikologis: Menghilangkan Kepanikan Masyarakat

    Secara psikologis, kehadiran pasar murah memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Fenomena panic buying (belanja berlebihan karena takut barang habis) seringkali justru menjadi pemicu kenaikan harga. Ketika masyarakat melihat pemerintah hadir dan menjamin ketersediaan stok melalui pasar murah, kecemasan tersebut akan hilang.

    Kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah meningkat ketika mereka melihat aksi nyata di lapangan. Kepastian bahwa “barang itu ada dan harganya terjangkau” adalah kunci utama menjaga kondusivitas sosial selama bulan suci dan hari raya.

    7. Harapan dan Evaluasi ke Depan

    Meski pasar murah sangat efektif, Pemprov Kalsel terus melakukan evaluasi. Ke depannya, diharapkan sistem kupon atau pendataan digital dapat lebih dioptimalkan agar penerima manfaat benar-benar tepat sasaranโ€”yakni warga prasejahteraโ€”dan menghindari aksi borong oleh oknum yang ingin menjual kembali barang tersebut di pasar gelap.

    Pemerintah juga didorong untuk terus memperkuat swasembada pangan lokal, sehingga ketergantungan pada pasokan luar pulau dapat berkurang, dan pasar murah di masa depan bisa lebih banyak diisi oleh hasil bumi petani lokal Kalimantan Selatan sendiri.

    Kesimpulan

    Gelaran pasar murah menjelang Lebaran di Kalimantan Selatan adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyatnya. Ini adalah jembatan yang menghubungkan antara kebijakan ekonomi makro dengan meja makan rakyat kecil.

    Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, inisiatif seperti ini memastikan bahwa kegembiraan merayakan Idul Fitri dapat dirasakan oleh seluruh warga Kalsel tanpa terkecuali. Dengan harga yang stabil dan stok yang terjaga, masyarakat dapat lebih fokus pada nilai-nilai spiritual ibadah daripada merasa pusing memikirkan biaya dapur. Pasar murah bukan hanya soal angka dan transaksi, melainkan soal empati dan pelayanan tulus pemerintah bagi Banua.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG
    -BERITA BOLA

  • Pemprov Kalsel Gelar Mudik Gratis ke Seluruh Kabupaten Jelang Idul Fitri: Wujud Kehadiran Negara di Hari Kemenangan

    Tradisi mudik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia saat menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di Kalimantan Selatan, momen pulang kampung ini memiliki makna emosional yang mendalam untuk menyambung tali silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Namun, lonjakan harga tiket transportasi dan kepadatan arus lalu lintas sering kali menjadi kendala bagi masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

    Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kembali menunjukkan komitmen nyatanya melalui program Mudik Gratis Bersama Paman Birin. Program tahunan ini dirancang untuk memfasilitasi ribuan warga yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman tanpa harus terbebani biaya transportasi yang tinggi, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

    1. Jangkauan Luas ke Seluruh Pelosok Banua

    Salah satu keunggulan utama program mudik gratis tahun ini adalah jangkauannya yang mencakup seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel memastikan bahwa tidak ada wilayah yang terpinggirkan.

    • Rute Hulu Sungai: Bus akan dikerahkan menuju Tapin, Hulu Sungai Selatan (Kandangan), Hulu Sungai Tengah (Barabai), Hulu Sungai Utara (Amuntai), Balangan (Paringin), hingga Tabalong (Tanjung).
    • Rute Pesisir dan Kepulauan: Layanan ini juga menjangkau wilayah pesisir seperti Tanah Laut (Pelaihari), Tanah Bumbu (Batulicin), hingga ujung tenggara Kalimantan Selatan, yakni Kotabaru.
    • Wilayah Barito: Akses menuju Marabahan di Kabupaten Barito Kuala juga tetap menjadi prioritas pelayanan.

    Dengan cakupan yang komprehensif ini, masyarakat yang bekerja di pusat kota seperti Banjarmasin dan Banjarbaru dapat pulang dengan tenang terlepas dari seberapa jauh lokasi desa mereka.

    2. Armada yang Nyaman dan Aman

    Pemprov Kalsel melalui Dinas Perhubungan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk bus milik pemerintah daerah dan unit bus pariwisata swasta yang telah lolos uji kelayakan (ramp check).

    Kemanan menjadi prioritas nomor satu. Setiap bus dipastikan dalam kondisi mesin yang prima, memiliki pendingin udara (AC) yang berfungsi baik, serta dikemudikan oleh sopir yang telah melalui tes kesehatan dan tes urine. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi pemudik, mengingat perjalanan menuju wilayah seperti Kotabaru atau Tabalong memakan waktu berjam-jam dengan medan jalan yang bervariasi.

    3. Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

    Secara sosiologis, program mudik gratis memiliki misi yang lebih besar dari sekadar penghematan biaya. Program ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.

    Data kepolisian menunjukkan bahwa angka kecelakaan selama arus mudik didominasi oleh kendaraan roda dua. Dengan mengalihkan pemudik sepeda motor ke armada bus, Pemprov Kalsel secara tidak langsung telah menyelamatkan banyak nyawa. Selain itu, penggunaan bus secara massal membantu mengurangi kepadatan volume kendaraan di jalan raya, sehingga potensi kemacetan parah di titik-titik rawan seperti kawasan Liang Anggang atau jalur gunung di daerah Tanah Bumbu dapat diminimalisir.


    Tabel Rencana Keberangkatan Mudik Gratis Pemprov Kalsel

    Jalur UtamaKota TujuanEstimasi Jumlah Armada
    Hulu Sungai (Benua Enam)Rantau, Kandangan, Barabai, Amuntai, Paringin, Tanjung25 – 30 Unit Bus
    Pesisir (Tanah Bumbu)Pelaihari, Batulicin, Kotabaru15 – 20 Unit Bus
    BaritoMarabahan5 – 10 Unit Minibus
    LokalMartapura, BanjarbaruUnit Cadangan

    4. Mekanisme Pendaftaran yang Inovatif

    Untuk menghindari penumpukan massa dan praktik percaloan, Pemprov Kalsel menerapkan sistem pendaftaran yang modern, biasanya dilakukan secara daring (online) maupun melalui gerai khusus di kantor Dinas Perhubungan.

    Masyarakat cukup menyiapkan dokumen kependudukan seperti KTP Kalimantan Selatan atau Kartu Keluarga. Sistem pendaftaran ini dibuat sesederhana mungkin agar dapat diakses oleh semua kalangan. Setelah terverifikasi, pemudik akan mendapatkan tiket atau gelang khusus sebagai bukti kepesertaan. Inovasi ini membuktikan bahwa birokrasi di Kalimantan Selatan terus bertransformasi menuju layanan digital yang memudahkan rakyat.

    5. Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

    Idul Fitri sering kali disertai dengan lonjakan kebutuhan pokok. Dengan adanya fasilitas mudik gratis, dana yang seharusnya dialokasikan untuk biaya transportasi pulang-pergi dapat dialihkan oleh masyarakat untuk kebutuhan lain, seperti membeli baju baru untuk anak-anak, bahan makanan untuk hari raya, atau sebagai simpanan modal usaha sekembalinya dari kampung halaman.

    Hal ini secara tidak langsung membantu menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput dan memastikan bahwa kebahagiaan Lebaran dapat dirasakan secara merata oleh semua lapisan ekonomi, bukan hanya bagi mereka yang mampu.

    6. Sinergi Antarinstansi dan Pengamanan

    Kesuksesan mudik gratis tidak lepas dari sinergi lintas sektoral. Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan jajaran kepolisian dari Polda Kalsel untuk pengawalan, Dinas Kesehatan untuk penyediaan posko medis di titik keberangkatan, hingga Satpol PP untuk ketertiban.

    Gubernur Kalsel, yang akrab disapa Paman Birin, seringkali melepas langsung keberangkatan rombongan ini. Kehadiran pemimpin di tengah-tengah pemudik memberikan motivasi dan rasa bangga bagi warga, bahwa pemerintah daerah benar-benar peduli terhadap tradisi dan keselamatan mereka.

    7. Refleksi dan Harapan Masa Depan

    Program mudik gratis Pemprov Kalsel adalah refleksi dari tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik. Di masa depan, masyarakat berharap jumlah armada dapat terus ditingkatkan mengingat animo yang selalu membludak setiap tahunnya.

    Pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Selatan yang semakin baik juga harus diimbangi dengan manajemen transportasi publik yang handal. Mudik gratis adalah langkah awal menuju sistem transportasi yang lebih tertata dan manusiawi di Bumi Lambung Mangkurat.

    Kesimpulan

    Mudik gratis yang digelar Pemprov Kalsel ke seluruh kabupaten adalah hadiah Lebaran yang nyata bagi masyarakat Banua. Inisiatif ini tidak hanya tentang memindahkan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi tentang memindahkan kebahagiaan, harapan, dan keselamatan.

    Di hari yang fitri nanti, saat suara takbir berkumandang di menara-menara masjid mulai dari Tanjung hingga Kotabaru, kita diingatkan kembali bahwa tugas pemerintah adalah memastikan setiap warganya bisa pulang dengan senyum di wajah dan keselamatan yang terjaga. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menjaga tradisi ini tetap hidup dan aman bagi semua.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG
    -BERITA BOLA

  • Bukti Peninggalan Kerajaan Banjar: Menelusuri Jejak Kejayaan Islam di Tanah Kalimantan

    Kesultanan Banjar merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar dan paling berpengaruh di Pulau Kalimantan. Berdiri sejak abad ke-16 setelah runtuhnya Kerajaan Daha, Kesultanan Banjar bukan hanya menjadi pusat kekuasaan politik, tetapi juga episentrum perdagangan intan, lada, dan penyebaran agama Islam di Nusantara bagian tengah.

    Meskipun pusat pemerintahannya sempat berpindah-pindah akibat tekanan kolonial Belandaโ€”dari Banjarmasin ke Martapura hingga ke pedalaman Baritoโ€”jejak kebesarannya tidak hilang ditelan zaman. Bukti peninggalan Kerajaan Banjar tersebar dalam berbagai bentuk, mulai dari arsitektur masjid, benda pusaka, hingga tradisi yang masih hidup hingga hari ini. Berikut adalah penelusuran mendalam mengenai bukti-bukti sejarah tersebut.


    1. Masjid Sultan Suriansyah: Monumen Awal Keislaman

    Peninggalan paling ikonik dan memiliki nilai sejarah tinggi adalah Masjid Sultan Suriansyah yang terletak di Kuin Utara, Banjarmasin. Masjid ini dibangun oleh Sultan Suriansyah, raja Banjar pertama yang memeluk Islam.

    • Keunikan Arsitektur: Masjid ini memiliki gaya arsitektur tradisional Banjar dengan atap tumpang (meru) tiga tingkat yang mencerminkan pengaruh akulturasi antara budaya pra-Islam (Hindu-Jawa) dengan nilai-nilai Islam. Struktur bangunannya didominasi oleh kayu ulin yang sangat kuat.
    • Peninggalan di Dalamnya: Di dalam masjid ini terdapat mimbar antik yang terbuat dari kayu ulin dengan ukiran motif flora dan kaligrafi yang sangat halus, menunjukkan tingginya cita rasa seni pada masa itu.

    2. Kompleks Makam Sultan Suriansyah dan Para Bangsawan

    Terletak tidak jauh dari masjid, kompleks makam ini menjadi bukti otentik keberadaan para penguasa awal Kesultanan Banjar. Makam Sultan Suriansyah beserta kerabat kerajaan lainnya sering menjadi tujuan wisata religi dan sejarah.

    • Nilai Sejarah: Batu nisan dan ornamen pada makam-makam ini menunjukkan pengaruh gaya nisan Demak dan Gujarat, yang membuktikan adanya hubungan diplomatik serta perdagangan internasional yang luas pada masa jayanya.

    3. Meriam Karat: Saksi Bisu Perlawanan Terhadap Kolonial

    Dalam sejarah Kesultanan Banjar, peperangan melawan Belanda adalah catatan yang paling heroik. Salah satu bukti peninggalan militernya adalah Meriam Karat.

    • Karakteristik: Meriam ini merupakan senjata pertahanan yang digunakan untuk menjaga wilayah perairan sungai dari masuknya kapal-kapal kompeni. Beberapa meriam peninggalan masa Banjar kini disimpan di Museum Lambung Mangkurat, sementara yang lain masih berada di beberapa titik strategis di pinggiran sungai Barito dan Martapura sebagai simbol ketangguhan prajurit Banjar.

    4. Perhiasan dan Intan Kerajaan

    Kalimantan Selatan sejak lama dikenal sebagai penghasil intan terbaik dunia. Kerajaan Banjar memiliki kekayaan luar biasa dalam bentuk perhiasan emas dan permata.

    • Intan Trisakti: Meski beberapa intan legendaris kini berada di museum Belanda (seperti Intan Oranje-Nassau), catatan sejarah dan replika perhiasan mahkota sultan menunjukkan betapa makmurnya kerajaan ini. Perhiasan ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kedaulatan dan kemegahan ekonomi kesultanan.

    5. Kitab Sabilal Muhtadin: Peninggalan Intelektual

    Peninggalan Kerajaan Banjar tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga intelektual. Kitab Sabilal Muhtadin karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kalampayan) adalah bukti puncak pencapaian literasi dan ilmu agama pada masa Kesultanan Banjar.

    • Dukungan Kesultanan: Sultan Banjar pada masa itu memberikan dukungan penuh bagi pendidikan dan dakwah. Kitab ini menjadi rujukan hukum Islam di seluruh Asia Tenggara dan nama besarnya kini diabadikan sebagai nama Masjid Raya di Banjarmasin.

    6. Arsitektur Rumah Bubungan Tinggi

    Rumah tradisional Banjar, terutama jenis Bubungan Tinggi, adalah peninggalan arsitektural yang dulunya berfungsi sebagai istana atau kediaman bangsawan.

    • Filosofi Bangunan: Struktur panggung yang tinggi dan atap yang menjulang tajam mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan lahan basah sekaligus simbol strata sosial. Penggunaan kayu ulin tanpa paku besi (menggunakan pasak) membuktikan kecanggihan teknik bangunan masyarakat Banjar kala itu.

    7. Tradisi Pasar Terapung (Budaya Sungai)

    Meski sering dianggap sebagai fenomena ekonomi, Pasar Terapung adalah warisan budaya yang tumbuh subur sejak zaman kesultanan. Banjarmasin yang dibangun di atas sungai-sungai menjadikannya sebagai pelabuhan transit yang ramai. Sistem perdagangan barter (bapanduk) di atas jukung (perahu) adalah warisan cara hidup masyarakat kerajaan yang hingga kini masih bisa kita saksikan di Muara Kuin dan Lok Baintan.


    Tabel Ringkasan Peninggalan Kerajaan Banjar

    Jenis PeninggalanNama ObjekLokasi / Status
    Arsitektur ReligiMasjid Sultan SuriansyahKuin Utara, Banjarmasin
    MakamKompleks Makam Sultan SuriansyahKuin Utara
    Benda MiliterMeriam Karat & LelaMuseum Lambung Mangkurat
    LiterasiKitab Sabilal MuhtadinManuskrip di Perpustakaan & Museum
    Hunian TradisionalRumah Bubungan TinggiCagar Budaya Kalsel
    PusakaKeris & Mahkota SultanSebagian di Belanda / Museum Nasional

    Mengapa Peninggalan Ini Penting?

    Mempelajari bukti peninggalan Kerajaan Banjar bukan sekadar nostalgia masa lalu. Peninggalan-peninggalan tersebut adalah identitas bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Kayu ulin yang kokoh pada masjid dan rumah adat mencerminkan karakter orang Banjar yang tangguh. Kitab-kitab ulama besar mencerminkan religiusitas yang mendalam.

    Sayangnya, banyak peninggalan istana fisik yang hancur akibat bumi hangus saat Perang Banjar meletus melawan Belanda. Namun, semangat dan artefak yang tersisa di museum serta bangunan-bangunan yang masih berdiri menjadi pengingat bahwa di tanah ini, pernah berdiri sebuah kekuatan besar yang disegani di Nusantara.

    Kesimpulan

    Bukti peninggalan Kerajaan Banjar merupakan mozaik yang menyatukan unsur agama, keberanian, dan kemakmuran alam. Dari kejayaan perdagangan intan hingga kedalaman ilmu agama, semuanya terekam dalam masjid-masjid kuno, makam para pahlawan, dan kitab-kitab klasik. Melestarikan peninggalan ini berarti menjaga “jiwa” Kalimantan Selatan agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

    Banjarmasin dengan gelar “Kota Seribu Sungai” akan selalu membawa napas Kesultanan Banjar dalam setiap aliran airnya, mengingatkan kita pada sebuah masa di mana sultan dan rakyatnya bersatu membangun peradaban yang agung di jantung Borneo.

    Rekomendasi Berita Lainnya: IRON4D

    Rekomendasi Lainnya :

    KALTENG

    KALTIM

    BERITA BOLA

  • Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin: Kemegahan Arsitektur dan Simbol Spiritualitas Banua

    Di jantung Kota Banjarmasin, berdiri sebuah bangunan megah yang kubah emasnya berkilauan tertimpa sinar matahari tropis. Masjid Raya Sabilal Muhtadin bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Muslim di Kalimantan Selatan; ia adalah pusat peradaban, simbol identitas religius, dan monumen penghormatan terhadap sejarah intelektual Islam di tanah Banjar.

    Berdiri kokoh di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare di tepi Sungai Martapura, masjid ini menjadi saksi bisu perkembangan kota yang dijuluki “Negeri Seribu Sungai”. Nama “Sabilal Muhtadin” sendiri diambil dari judul kitab hukum fikih legendaris karangan ulama besar kharismatik asal Martapura, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kalampayan), yang bermakna “Jalan bagi Orang-orang yang Mendapat Petunjuk”.

    1. Sejarah Pendirian: Penghormatan untuk Sang Ulama Besar

    Pembangunan Masjid Raya Sabilal Muhtadin dimulai pada tanggal 10 November 1974, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalimantan Selatan saat itu, Soebardjo. Pemilihan lokasi di bekas asrama tentara (Benteng Tatas) menunjukkan transformasi simbolis dari area militer era kolonial menjadi pusat kedamaian spiritual.

    Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar tujuh tahun dan diresmikan secara megah oleh Presiden Soeharto pada tanggal 9 Februari 1981. Proyek ini merupakan cita-cita besar masyarakat Kalimantan Selatan untuk memiliki sebuah “Masjid Raya” yang representatif dan mampu menampung ribuan jamaah, sekaligus menjadi pengingat abadi akan jasa Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menyebarkan dakwah Islam di Nusantara hingga ke Semenanjung Malaya.

    2. Keunikan Arsitektur: Perpaduan Modern dan Tradisional

    Arsitektur Masjid Raya Sabilal Muhtadin sangat unik dan berbeda dari kebanyakan masjid di Indonesia pada era tersebut. Bangunan ini dirancang untuk menonjolkan kekhasan lokal Kalimantan yang dipadukan dengan sentuhan modernisme tahun 70-an.

    • Kubah Emas yang Ikonik: Masjid ini memiliki kubah utama yang sangat besar berwarna emas tembaga. Uniknya, kubah ini tidak berbentuk setengah lingkaran sempurna seperti masjid Timur Tengah, melainkan lebih menyerupai bentuk “Tanggui” atau topi tradisional khas masyarakat Banjar yang biasa digunakan saat bertani atau berdagang di pasar terapung.
    • Menara yang Menjulang: Masjid ini dikelilingi oleh lima menara (satu menara besar setinggi 45 meter dan empat menara kecil setinggi 21 meter). Angka ini melambangkan Rukun Islam serta pengingat akan pentingnya lima waktu shalat.
    • Material Berkualitas: Dinding dan lantainya banyak menggunakan marmer berkualitas tinggi serta hiasan kaligrafi yang diukir dengan halus, memberikan kesan sejuk dan mewah di tengah cuaca Banjarmasin yang panas.

    3. Ruang Interior: Luas dan Megah

    Memasuki bagian dalam masjid, jamaah akan disambut oleh ruang utama yang sangat luas tanpa banyak pilar penyangga di tengah, sehingga memberikan pandangan bebas ke arah mihrab.

    • Kapasitas: Masjid ini mampu menampung sekitar 15.000 jamaah di bagian dalam dan selasar, menjadikannya salah satu masjid terbesar di Kalimantan.
    • Lampu Kristal: Di tengah kubah utama, tergantung lampu kristal raksasa yang memberikan cahaya temaram nan agung saat malam hari.
    • Mihrab dan Mimbar: Area mihrab dihiasi dengan ukiran ornamen khas Banjar yang dipadukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, menciptakan suasana khusyuk yang mendalam.

    4. Fungsi Sosial dan Pusat Pendidikan

    Masjid Raya Sabilal Muhtadin tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat lima waktu atau shalat Jumat. Sejalan dengan namanya, masjid ini berfungsi sebagai “Jalan bagi Orang-orang yang Mendapat Petunjuk” melalui berbagai aktivitas:

    1. Lembaga Pendidikan: Di kompleks masjid terdapat berbagai lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Ini mencerminkan visi Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang sangat mementingkan ilmu pengetahuan.
    2. Pusat Kajian Islam: Setiap hari, masjid ini menjadi tempat pengajian rutin yang dihadiri oleh warga dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan.
    3. Lembaga Zakat dan Sosial: Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara profesional untuk membantu masyarakat kurang mampu di Banjarmasin.

    5. Lokasi Strategis dan Wisata Religi

    Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, posisi masjid ini sangat strategis karena dikelilingi oleh area hijau (Hutan Kota) yang asri. Letaknya yang berada di tepian sungai membuat masjid ini sering menjadi destinasi wisata religi utama bagi turis domestik maupun mancanegara.

    Para pengunjung biasanya menikmati keindahan masjid di sore hari sambil melihat matahari terbenam di balik kubah emas, atau berjalan santai di selasar masjid yang menghadap langsung ke arah aliran Sungai Martapura. Keberadaan taman di sekeliling masjid menjadikannya “paru-paru” kota yang menyejukkan.

    6. Sabilal Muhtadin dalam Memori Kolektif Banjar

    Bagi orang Banjar, Sabilal Muhtadin adalah kebanggaan. Masjid ini adalah identitas. Setiap perayaan besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, ribuan orang akan tumpah ruah hingga ke halaman dan jalan raya di sekitar masjid. Gema takbir yang bersumber dari masjid ini seolah menggetarkan seluruh kota, menegaskan status Banjarmasin sebagai kota yang religius (religiusitas Banjar).

    Nama masjid ini juga mengingatkan generasi muda akan warisan intelektual leluhur mereka. Kitab Sabilal Muhtadin sendiri hingga kini masih dipelajari di berbagai pesantren di Asia Tenggara, dan masjid raya ini adalah bentuk fisik dari penghargaan tersebut.

    7. Pemeliharaan dan Pelestarian

    Meskipun usianya sudah mencapai beberapa dekade, Masjid Raya Sabilal Muhtadin tetap terjaga dengan baik. Renovasi berkala dilakukan, terutama pada bagian pengecatan kubah emas dan pemeliharaan marmer. Pemerintah daerah dan pengelola yayasan masjid berkomitmen untuk menjaga keaslian desain aslinya agar nilai sejarah dan estetikanya tidak hilang termakan zaman.

    Kesimpulan

    Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah permata dari Kalimantan Selatan. Ia adalah perpaduan sempurna antara penghormatan sejarah, keindahan arsitektur, dan fungsi spiritual yang hidup. Kubah emasnya yang menyerupai tanggui akan selalu menjadi pengingat bahwa Islam di Kalimantan Selatan tumbuh subur di atas akar budaya lokal yang kuat.

    Mengunjungi masjid ini bukan hanya soal melihat bangunan megah, tapi juga merasakan keteduhan spiritual dan mengenang kembali jalan ilmu yang telah diletakkan oleh para ulama terdahulu. Sabilal Muhtadin akan terus berdiri tegak, menjadi mercusuar iman bagi masyarakat Banua di tengah arus modernisasi yang terus mengalir seperti air Sungai Martapura.

    Baca Lebih Banyak Berita Hanya Disini : IRON4D

  • Stok Minyak Goreng di Malinau Dipantau, Wabup Gelar Sidak Antisipasi Kelangkaan Jelang Lebaran

    Kabupaten Malinau, yang merupakan salah satu wilayah strategis di Kalimantan Utara, kini mulai bersiap menghadapi lonjakan konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu komoditas yang paling krusial dan sering mengalami fluktuasi harga maupun ketersediaan adalah minyak goreng. Menanggapi potensi kerawanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau mengambil langkah proaktif melalui pengawasan ketat di lapangan.

    Wakil Bupati (Wabup) Malinau secara langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, gudang distributor, hingga ritel modern. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa stok minyak goreng tetap aman dan harganya tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menyambut hari kemenangan dengan tenang tanpa dibayang-bayangi kelangkaan pangan.

    1. Sidak sebagai Bentuk Perlindungan Konsumen

    Sidak yang dilakukan oleh Wabup Malinau beserta jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) serta Satgas Pangan ini menyasar titik-titik distribusi utama. Kehadiran pemerintah di tengah pasar bertujuan untuk memantau langsung rantai pasok dari tingkat distributor hingga ke tangan pengecer.

    “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada penimbunan atau hambatan distribusi yang sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan tidak wajar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Wabup dalam keterangannya di sela-sela peninjauan.

    2. Kondisi Stok di Lapangan: Aman Namun Tetap Waspada

    Berdasarkan hasil pantauan di beberapa gudang besar di Malinau, ketersediaan minyak goreng baik kemasan premium maupun Minyakita (minyak goreng rakyat) dilaporkan masih dalam kondisi mencukupi untuk kebutuhan satu bulan ke depan. Para distributor menyatakan bahwa pasokan dari pabrik di luar daerah masih mengalir dengan lancar melalui jalur transportasi laut dan darat.

    Meskipun stok saat ini terpantau aman, pemerintah daerah tetap meminta para pedagang untuk tidak melakukan aksi borong atau pembatasan penjualan yang tidak perlu. Pengawasan difokuskan pada sinkronisasi data antara jumlah barang yang masuk ke Malinau dengan jumlah yang beredar di pasar-pasar kecamatan.

    3. Antisipasi Lonjakan Harga dan Spekulan

    Fenomena menjelang Lebaran biasanya diwarnai dengan kenaikan harga akibat tingginya permintaan (demand). Di Malinau, tantangan geografis seringkali menjadi alasan bagi oknum spekulan untuk menaikkan harga dengan dalih biaya angkut.

    Melalui sidak ini, Wabup menegaskan agar seluruh pedagang mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pusat, khususnya untuk minyak goreng subsidi. Pemerintah tidak segan-segan memberikan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha bagi distributor atau pengecer yang terbukti mempermainkan harga di atas batas kewajaran.

    4. Pentingnya Koordinasi Jalur Distribusi

    Sebagai daerah yang sebagian wilayahnya mengandalkan pasokan dari luar provinsi, kelancaran logistik menjadi kunci utama ketersediaan barang di Malinau. Pemkab Malinau terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan penyedia jasa transportasi untuk memprioritaskan bongkar muat bahan pokok (bapok), termasuk minyak goreng.

    Wabup juga menginstruksikan tim teknis untuk terus memantau kondisi cuaca dan jalur transportasi darat menuju wilayah pedalaman dan perbatasan Malinau. Hal ini dilakukan agar distribusi minyak goreng tidak hanya menumpuk di pusat kota, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah hulu dan pelosok sebelum hari raya tiba.

    5. Imbauan kepada Masyarakat: Belanjalah dengan Bijak

    Selain memantau sisi suplai, Pemerintah Kabupaten Malinau juga memberikan imbauan kepada sisi permintaan, yaitu masyarakat luas. Wabup meminta warga Malinau untuk tidak melakukan panic buying atau aksi borong minyak goreng dalam jumlah berlebihan.

    “Stok kita cukup. Jika masyarakat membeli sesuai kebutuhan normal, maka distribusi akan merata dan harga akan tetap stabil. Kepanikan justru akan memicu kelangkaan di tingkat pengecer yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri,” tambah Wabup.

    6. Peran Satgas Pangan dan Monitoring Berkelanjutan

    Sidak ini bukanlah kegiatan tunggal. Wabup memastikan bahwa Satgas Pangan akan bekerja secara berkelanjutan hingga pasca-Lebaran. Tim monitoring akan melakukan pengecekan berkala setiap hari ke pasar-pasar untuk mencatat fluktuasi harga harian.

    Data yang terkumpul akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi jika terjadi anomali. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penyelenggaraan “Pasar Murah” atau Operasi Pasar jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak terkendali di suatu wilayah tertentu di Malinau.

    7. Sinergi dengan Pelaku Usaha

    Pemerintah Kabupaten Malinau juga mengapresiasi para pelaku usaha yang telah kooperatif dalam menjaga stabilitas pangan. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat di Malinau. Distributor diharapkan segera melaporkan jika terjadi kendala pada pengiriman barang dari produsen agar pemerintah dapat membantu mencarikan solusi melalui jalur koordinasi antar-daerah.

    Kesimpulan: Komitmen Pemerintah untuk Hari Raya yang Nyaman

    Langkah sigap Wakil Bupati Malinau dalam menggelar sidak stok minyak goreng mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Kehadiran negara di pasar-pasar tradisional dan gudang distributor memberikan rasa aman bagi warga bahwa kebutuhan pokok mereka terjamin menjelang Lebaran.

    Dengan pengawasan yang ketat, jalur distribusi yang lancar, dan kesadaran masyarakat untuk berbelanja secara bijak, diharapkan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Malinau tahun ini dapat berjalan dengan khidmat, lancar, dan tanpa kendala pangan. Kestabilan harga minyak goreng bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal menjaga ketenangan sosial di Bumi Intan.

    Baca Lebih Banyak Berita Hanya Disini : IRON4D

  • Banjir Melanda Kalimantan Selatan: Antara Siklus Alam dan Alarm Ekologis

    Kalimantan Selatan, provinsi yang dijuluki sebagai “Negeri Seribu Sungai“, belakangan ini semakin sering menghadapi cobaan berat berupa bencana hidrometeorologi. Banjir yang melanda berbagai wilayah di Bumi Lambung Mangkurat bukan lagi sekadar tamu tahunan yang singgah sebentar, melainkan telah bertransformasi menjadi ancaman serius yang melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

    Dari pegunungan Meratus hingga dataran rendah di pinggiran Sungai Barito, luapan air sering kali datang dengan debit yang tak terduga, menenggelamkan permukiman, memutus akses transportasi, dan menyisakan luka ekonomi yang mendalam. Fenomena banjir di Kalimantan Selatan adalah sebuah narasi kompleks yang melibatkan persilangan antara anomali cuaca, kondisi geografis, dan perubahan bentang alam yang masif.

    1. Kronologi dan Sebaran Wilayah Terdampak

    Banjir di Kalimantan Selatan biasanya mencapai puncaknya pada periode musim penghujan yang intens, sering kali dipengaruhi oleh fenomena La Niรฑa. Beberapa kabupaten yang menjadi langganan terdampak parah antara lain Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Tanah Laut, hingga Barito Kuala.

    Kota Martapura dan Barabai sering kali menjadi pusat perhatian karena letaknya yang berada di cekungan atau daerah aliran sungai (DAS). Saat curah hujan ekstrem melanda, sungai-sungai utama seperti Sungai Martapura dan Sungai Barito tidak lagi mampu menampung kiriman air dari hulu, menyebabkan air meluap ke wilayah perkotaan dan perdesaan dalam waktu singkat.

    2. Akar Masalah: Mengapa Banjir Semakin Parah?

    Membedah penyebab banjir di Kalimantan Selatan tidak bisa hanya menyalahkan curah hujan. Ada beberapa faktor fundamental yang saling berkaitan:

    A. Degradasi Lahan di Hulu Meratus

    Pegunungan Meratus adalah menara air bagi Kalimantan Selatan. Namun, pembukaan lahan untuk pertambangan batu bara dan perkebunan monokultur dalam skala besar telah mengurangi kemampuan infiltrasi tanah. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai spons alami untuk menyerap air hujan kini banyak yang beralih fungsi menjadi lahan terbuka, sehingga air hujan langsung mengalir menjadi surface runoff (aliran permukaan) menuju hilir.

    B. Penyempitan dan Pendangkalan Sungai

    Sungai-sungai di Kalimantan Selatan mengalami sedimentasi yang parah akibat erosi dari lahan di bagian hulu. Selain itu, okupasi bantaran sungai oleh permukiman padat membuat badan sungai menyempit. Kapasitas sungai yang mengecil ini membuat air sangat mudah meluap meskipun curah hujan belum mencapai level ekstrem.

    C. Kondisi Geografis dan Drainase Perkotaan

    Banyak wilayah di Kalsel merupakan dataran rendah dan rawa yang secara alami adalah daerah tangkapan air. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan tata ruang berbasis airโ€”seperti penimbunan rawa untuk perumahan tanpa sistem drainase yang memadaiโ€”memperparah kondisi genangan.

    3. Dampak Multisektoral bagi Masyarakat

    Bencana banjir bukan hanya soal air yang masuk ke rumah. Dampaknya merambat ke berbagai sektor:

    • Ekonomi dan Pertanian: Kalimantan Selatan adalah salah satu lumbung pangan di Kalimantan. Banjir yang merendam ribuan hektare sawah menyebabkan gagal panen (puso). Hal ini mengganggu rantai pasok pangan dan menurunkan kesejahteraan petani secara drastis.
    • Kesehatan: Pasca-banjir, masyarakat rentan terhadap penyakit kulit, leptospirosis, dan diare akibat sanitasi yang buruk dan tercemarnya sumber air bersih.
    • Pendidikan dan Sosial: Sekolah-sekolah yang terendam terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar. Trauma psikologis akibat kehilangan harta benda dan rumah juga membayangi para penyintas banjir.

    4. Respons Pemerintah dan Solidaritas Warga

    Setiap kali banjir melanda, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, dan Polri segera menetapkan status tanggap darurat. Pendirian posko pengungsian dan dapur umum menjadi prioritas utama.

    Namun, yang paling mengharukan dari setiap bencana di Kalsel adalah tingginya solidaritas sosial. Budaya “gotong royong” masyarakat Banjar sangat terlihat; relawan-relawan lokal bermunculan membawa bantuan logistik, perahu karet, dan makanan secara swadaya. Kedermawanan ini menjadi napas buatan bagi para korban di saat bantuan resmi terkadang terkendala akses.

    5. Solusi Jangka Panjang: Bergerak Melampaui Tanggap Darurat

    Agar Kalimantan Selatan tidak terus terjebak dalam siklus bencana yang sama, diperlukan langkah-langkah radikal dan terintegrasi:

    1. Moratorium dan Audit Lahan: Perlu adanya evaluasi ketat terhadap izin-izin pertambangan dan perkebunan di area sensitif tangkapan air. Reboisasi besar-besaran di kawasan Meratus harus menjadi program prioritas nasional, bukan sekadar seremonial.
    2. Normalisasi dan Restorasi Sungai: Pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan dan penataan kembali permukiman di bantaran sungai menjadi keharusan. Konsep “Waterfront City” yang ramah lingkungan bisa menjadi alternatif pembangunan kota di Kalsel.
    3. Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir: Pembangunan bendungan (seperti Bendungan Tapin) dan waduk-waduk pengendali banjir perlu ditambah di titik-titik strategis untuk mengatur debit air dari hulu.
    4. Tata Ruang Berbasis Mitigasi: Pemerintah daerah harus tegas dalam menjaga sisa-sisa lahan rawa sebagai daerah resapan air dan melarang konversi lahan rawa secara serampangan untuk kepentingan komersial.

    6. Penutup: Alarm Bagi Masa Depan

    Banjir di Kalimantan Selatan adalah alarm keras dari alam bahwa ada yang tidak beres dengan cara kita mengelola ekosistem. Alam memiliki batas toleransi, dan ketika hutan serta sungai terus dieksploitasi tanpa memperhatikan keberlanjutan, maka bencana adalah konsekuensi logis yang harus dibayar mahal.

    Ke depan, mitigasi bencana harus menjadi budaya, bukan sekadar reaksi saat air sudah setinggi dada. Kalsel yang sejahtera adalah Kalsel yang mampu hidup harmoni dengan sungainya, menjaga hutannya, dan menghormati hak alam untuk tetap lestari. Hanya dengan komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, Kalimantan Selatan bisa terbebas dari ancaman banjir yang terus menghantui.

    Baca Lebih Banyak Berita Hanya Disini : IRON4D

  • Harga Emas Perhiasan 999 di Martapura 10 Maret 2026: Ada Penurunan Jelang Lebaran

    Kota Martapura, yang dikenal luas sebagai “Kota Intan” di Kalimantan Selatan, kembali menjadi pusat perhatian para kolektor dan investor logam mulia. Memasuki pertengahan bulan Maret 2026, terjadi fenomena yang cukup menarik di pasar emas lokal. Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas ternama di kawasan Pasar Baru Martapura pada Selasa, 10 Maret 2026, harga emas perhiasan dengan kadar 999 (emas murni) justru menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan justru di tengah persiapan masyarakat menyambut Idulfitri.

    Fenomena ini menjadi angin segar bagi warga Kalimantan Selatan yang memiliki tradisi kuat mengenakan perhiasan baru di hari raya. Artikel ini akan membedah secara rinci pergerakan harga, faktor penyebab penurunan, serta tips bagi Anda yang ingin berbelanja emas di Martapura saat ini.

    1. Rincian Harga Emas di Martapura Hari Ini

    Setelah sempat menyentuh angka yang cukup tinggi di awal tahun, harga emas 999 di Martapura pada 10 Maret 2026 tercatat mengalami koreksi. Berikut adalah estimasi harga yang berlaku di pasaran:

    Jenis EmasHarga per Gram (Est.)Status
    Emas Perhiasan 999Rp1.320.000Turun Rp15.000 – Rp20.000
    Emas 750 (17K)Rp1.050.000Stabil
    Emas 420/375Rp550.000Stabil

    Catatan: Harga dapat sedikit berbeda antar toko tergantung pada kerumitan ongkos pembuatan perhiasan.

    Penurunan sebesar Rp15.000 hingga Rp20.000 per gram untuk emas murni 999 ini dianggap sebagai momen langka, mengingat biasanya harga emas cenderung melambung tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran yang diperkirakan jatuh pada akhir bulan ini.

    2. Mengapa Harga Emas Turun Jelang Lebaran?

    Biasanya, hukum permintaan dan penawaran akan membuat harga naik saat banyak orang mencari perhiasan. Namun, ada beberapa faktor fundamental yang menyebabkan anomali harga di Martapura kali ini:

    A. Penguatan Nilai Tukar Rupiah

    Memasuki minggu kedua Maret 2026, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menunjukkan performa yang stabil dan cenderung menguat. Karena harga emas dunia dipatok dalam Dolar, penguatan mata uang garuda secara otomatis menekan harga jual emas di tingkat lokal, termasuk di pasar Martapura.

    B. Koreksi Harga Emas Global

    Secara global, harga emas dunia sedang mengalami fase konsolidasi setelah reli panjang di awal tahun. Adanya kepastian kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat membuat investor mulai beralih ke aset lain, yang mengakibatkan harga emas dunia sedikit mendingin.

    C. Strategi Toko Emas di Martapura

    Banyak pedagang emas di Martapura yang memilih untuk menyesuaikan margin keuntungan demi menjaga volume penjualan. Dengan menurunkan sedikit harga jual, toko-toko emas berharap dapat menarik lebih banyak pembeli yang ingin menukarkan Tunjangan Hari Raya (THR) mereka ke dalam bentuk investasi perhiasan.


    3. Tradisi “Ba-Emas” Masyarakat Martapura

    Bagi masyarakat Banjar, khususnya di Martapura, emas bukan sekadar perhiasan, melainkan simbol marwah dan ketahanan ekonomi. Emas perhiasan 999 atau yang sering disebut “Emas Tua” menjadi primadona karena selain keindahannya, nilai jual kembalinya sangat tinggi dengan potongan yang relatif kecil.

    Penurunan harga pada 10 Maret 2026 ini dimanfaatkan oleh warga untuk membeli lebih awal (pre-order) sebelum lonjakan permintaan yang biasanya terjadi pada H-7 Lebaran. Di toko-toko besar, antrean warga yang ingin menukar model perhiasan lama dengan model terbaru mulai terlihat sejak pagi hari.

    4. Tips Membeli Emas di Martapura Saat Harga Turun

    Jika Anda berencana melakukan transaksi di Kota Intan hari ini, perhatikan beberapa hal berikut agar investasi Anda tetap aman:

    1. Cek Surat Penjualan: Pastikan setiap pembelian disertai nota atau surat resmi yang mencantumkan berat, kadar, dan harga beli secara mendetail. Ini sangat penting untuk proses “buyback” di kemudian hari.
    2. Perhatikan Ongkos Upah: Meskipun harga emas turun, perhatikan biaya pembuatan perhiasan. Terkadang biaya upah yang tinggi bisa membuat total harga menjadi mahal. Pilihlah perhiasan dengan desain simpel jika fokus Anda adalah investasi.
    3. Bandingkan Antar Toko: Kawasan Pasar Martapura memiliki puluhan toko emas. Luangkan waktu 15-30 menit untuk membandingkan harga di dua atau tiga toko untuk mendapatkan penawaran terbaik.
    4. Uji Kadar: Jika membeli dalam jumlah besar, jangan ragu untuk meminta penjual menguji kadar emas di depan mata Anda menggunakan alat uji profesional.

    5. Prediksi Harga Hingga Akhir Maret 2026

    Meskipun hari ini terjadi penurunan, para pengamat ekonomi lokal memprediksi bahwa harga emas 999 bisa kembali naik sewaktu-waktu. Faktor volatilitas geopolitik dunia dan puncak permintaan masyarakat pada pekan terakhir Ramadhan bisa memicu kenaikan harga kembali ke angka Rp1.350.000 atau lebih.

    Oleh karena itu, penurunan harga pada 10 Maret 2026 ini sering disebut oleh para pedagang di Martapura sebagai “kesempatan emas” bagi mereka yang memiliki dana segar untuk segera melakukan eksekusi pembelian.

    6. Penutup: Investasi Cerdas di Bulan Suci

    Penurunan harga emas perhiasan 999 di Martapura kali ini membuktikan bahwa pasar logam mulia selalu penuh dengan kejutan. Bagi warga Kalimantan Selatan, momen ini adalah waktu yang tepat untuk menjaga marwah penampilan di hari raya sekaligus mengamankan aset di masa depan.

    Emas tetap menjadi “safe haven” yang paling dipercaya. Di Martapura, di mana intan dan emas menjadi napas kehidupan ekonomi, setiap pergerakan harga adalah peluang. Jadi, sudahkah Anda menyiapkan dana untuk menambah koleksi emas 999 Anda hari ini?

    Baca Lebih Banyak Berita Hanya Disini : IRON4D