Author: admin

  • Usai Kebakaran di HSU, Empat Rumah di Barabai Darat HST Dilalap Sijago Merah Sore Tadi

    Duka akibat musibah kebakaran nampaknya masih menyelimuti kawasan Banua Anam, Kalimantan Selatan. Belum kering air mata warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akibat musibah serupa beberapa waktu lalu, kini giliran warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang harus menghadapi ujian berat. Peristiwa memilukan terjadi pada sore tadi, di mana empat rumah di Barabai Darat, HST, dilalap sijago merah dengan sangat cepat, menyisakan puing-puing arang dan kesedihan mendalam bagi para korban.

    Kejadian yang berlangsung di pemukiman padat penduduk Kelurahan Barabai Darat ini kembali mengingatkan kita akan tingginya risiko kebakaran di kawasan pemukiman Kalimantan Selatan, terutama saat cuaca panas menyengat dan kondisi bangunan yang mayoritas masih didominasi material kayu.

    1. Kronologi Kejadian: Api Muncul Saat Warga Bersantai

    Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.30 WITA. Sore yang semula tenang di lingkungan Barabai Darat mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu atap rumah warga.

    • Angin Kencang Mempercepat Penjalarannya: Kondisi cuaca sore tadi yang cukup berangin membuat lidah api dengan sangat cepat merembet ke bangunan di sekitarnya. Struktur bangunan yang rapat dan berbahan kayu kering menjadi “bahan bakar” sempurna bagi sijago merah untuk mengamuk.
    • Teriakan Histeris Warga: Suara teriakan “Api! Api!” memecah kesunyian sore. Warga berhamburan keluar rumah sembari berusaha menyelamatkan barang berharga seadanya. Namun, karena api membesar begitu cepat, sebagian besar harta benda milik korban tidak sempat terselamatkan.

    2. Aksi Heroik Barisan Pemadam Kebakaran (BPK)

    Begitu mendapat laporan, puluhan armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari berbagai penjuru Barabai dan sekitarnya langsung meluncur ke lokasi kejadian. Suara sirine yang bersahut-sahutan menandakan kegentingan situasi sore tadi.

    • Kendala Akses Jalan: Petugas pemadam kebakaran sempat mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di gang yang relatif sempit. Namun, berkat ketangkasan relawan dan bantuan warga sekitar yang bahu-membahu menyambung selang air, api akhirnya berhasil dilokalisir.
    • Pendinginan Area: Setelah sekitar satu jam berjibaku dengan panasnya api, petugas akhirnya berhasil memadamkan sisa-sisa bara. Upaya pendinginan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi (deep seated fire) yang berpotensi menyala kembali.

    Tabel Data Korban dan Dampak Kebakaran Barabai Darat (Maret 2026)

    Nama Pemilik RumahKondisi BangunanPerkiraan KerugianKebutuhan Mendesak
    Keluarga ARusak Berat (100%)Ratusan Juta RupiahPakaian, Makanan, Tenda
    Keluarga BRusak Berat (100%)Puluhan Juta RupiahPerlengkapan Bayi
    Keluarga CRusak Berat (90%)Ratusan Juta RupiahDokumen Penting, Pakaian
    Keluarga DRusak Sedang (Bagian Samping)Belasan Juta RupiahMaterial Bangunan
    Total Objek4 Unit RumahMencapai Rp 500+ JutaBantuan Logistik & Obat

    3. Dugaan Penyebab: Arus Pendek Masih Menjadi Sorotan

    Meskipun pihak kepolisian dari Polres HST masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memasang garis polisi (police line), dugaan sementara dari warga sekitar mengarah pada korsleting listrik atau arus pendek di salah satu rumah yang sedang kosong ditinggal pemiliknya.

    Masalah instalasi listrik tua yang tidak pernah diremajakan seringkali menjadi pemicu utama musibah kebakaran di pemukiman padat Barabai. Beban listrik yang berlebihan serta penggunaan kabel yang tidak standar SNI meningkatkan risiko percikan api yang bisa berakibat fatal.

    4. Solidaritas Banua: Bantuan Mulai Mengalir

    Kabar mengenai empat rumah yang dilalap sijago merah di Barabai Darat segera menyebar di media sosial. Hal ini memicu gelombang simpati dari masyarakat Kalimantan Selatan. Beberapa organisasi sosial dan komunitas pemuda di Barabai langsung membuka posko bantuan darurat.

    • Dukungan Pemerintah Daerah: Dinas Sosial Kabupaten HST bersama BPBD setempat telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan masa panik berupa paket sembako, selimut, dan peralatan dapur umum.
    • Tempat Pengungsian Sementara: Para korban untuk sementara waktu diungsikan ke rumah kerabat terdekat atau posko desa yang telah disiapkan. Trauma mendalam terlihat di wajah para korban, terutama anak-anak yang harus kehilangan tempat tinggal mereka dalam hitungan menit.

    5. Rentetan Musibah di Hulu Sungai: Alarm bagi Warga

    Kejadian sore tadi di Barabai Darat seolah menjadi pengingat pahit setelah sebelumnya musibah kebakaran juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Rentetan kejadian ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh warga Banua Anam untuk lebih waspada.

    “Kami baru saja mendengar berita duka dari HSU kemarin, sekarang giliran tetangga kami di Barabai yang kena musibah. Ini pelajaran buat kita semua agar jangan teledor dengan kompor atau kabel listrik di rumah,” ujar salah seorang warga yang membantu proses pemadaman.

    6. Langkah Antisipasi: Mewujudkan “Barabai Tangguh Bencana”

    DPRD HST dan Pemerintah Daerah diharapkan segera merumuskan langkah nyata untuk meminimalisir risiko kebakaran di masa depan. Beberapa poin yang menjadi masukan warga antara lain:

    • Sosialisasi Keamanan Listrik: Menggandeng PLN untuk memberikan edukasi mengenai bahaya arus pendek dan pentingnya pengecekan instalasi listrik secara berkala.
    • Penyediaan Hidran di Pemukiman Padat: Memastikan ketersediaan sumber air atau hidran di gang-gang sempit guna mempermudah kerja BPK saat terjadi keadaan darurat.
    • Pelatihan Mitigasi bagi Warga: Memberikan pelatihan dasar pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau karung goni basah di tingkat RT/RW.

    Kesimpulan: Doa dan Dukungan untuk Barabai Darat

    Musibah yang menimpa empat rumah di Barabai Darat sore tadi adalah duka kita bersama. Di tengah kesulitan ini, semangat gotong royong warga Kalimantan Selatan kembali diuji. Mari kita ulurkan tangan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.

    Harta benda mungkin bisa dicari kembali, namun keselamatan nyawa adalah yang utama. Beruntung dalam kejadian sore tadi tidak dilaporkan adanya korban jiwa, meskipun kerugian materil diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali menata hidup di atas puing-puing sisa kebakaran ini. Barabai kuat, HST bangkit!

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTENG
    โ€“BERITA KALTIM

  • Anggota DPRD Banjarbaru Nurkhalis Perjuangkan Pelebaran Jalan Al Jafri Kalimantan Selatan

    Kota Banjarbaru, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, terus mengalami transformasi cepat baik dari segi mobilitas penduduk maupun kepadatan lalu lintas. Salah satu titik yang kini menjadi perhatian serius adalah kawasan Jalan Al Jafri. Menanggapi keluhan masyarakat terkait kemacetan dan aspek keselamatan, Anggota DPRD Banjarbaru, Nurkhalis, perjuangkan pelebaran Jalan Al Jafri Kalimantan Selatan agar segera masuk dalam skala prioritas pembangunan pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026.

    Langkah ini diambil Nurkhalis bukan tanpa alasan. Sebagai wakil rakyat yang kerap turun ke lapangan, ia melihat bahwa infrastruktur jalan di kawasan tersebut sudah tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat setiap harinya. Pelebaran jalan dianggap sebagai solusi absolut untuk mengurai simpul kemacetan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Banjarbaru Selatan dan sekitarnya.

    1. Urgensi Pelebaran Jalan Al Jafri bagi Publik

    Jalan Al Jafri merupakan urat nadi penting yang menghubungkan beberapa pemukiman padat dan akses menuju pusat kota. Seiring dengan menjamurnya kawasan perumahan baru di sekitarnya, lebar jalan yang ada saat ini dirasa sudah sangat tidak representatif.

    • Simpul Kemacetan di Jam Sibuk: Pada pagi dan sore hari, Jalan Al Jafri sering kali mengalami bottleneck atau penyempitan arus. Hal ini menghambat aktivitas warga, mulai dari keberangkatan anak sekolah hingga mobilitas pekerja kantoran.
    • Risiko Keselamatan Pengguna Jalan: Kondisi jalan yang sempit namun dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dalam intensitas tinggi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Nurkhalis menekankan bahwa aspek keselamatan nyawa warga adalah prioritas utama di atas segalanya.

    2. Nurkhalis: Menjembatani Aspirasi Akar Rumput

    Dalam berbagai kesempatan reses dan pertemuan dengan konstituen, aspirasi mengenai perbaikan infrastruktur jalan selalu menjadi poin teratas yang dikeluhkan warga. Nurkhalis secara aktif mencatat dan membawa isu ini ke meja legislatif untuk didiskusikan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru.

    “Kami di DPRD berkomitmen untuk memastikan setiap jengkal pembangunan di Banjarbaru berdampak langsung pada kenyamanan warga. Jalan Al Jafri adalah akses vital, dan pelebaran ini adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi,” tegas Nurkhalis dalam sebuah rapat dengar pendapat.

    3. Tantangan dan Strategi Implementasi

    Memperjuangkan sebuah proyek fisik berskala besar tentu memiliki tantangan tersendiri, mulai dari masalah pembebasan lahan hingga ketersediaan anggaran daerah.

    • Komunikasi dengan Pemilik Lahan: Nurkhalis mengusulkan pendekatan persuasif kepada warga di sepanjang jalur Al Jafri. Ia berharap masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah demi kepentingan umum yang lebih besar.
    • Pengawalan Anggaran: Sebagai anggota legislatif, Nurkhalis berjanji akan mengawal agar usulan ini masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan mendapatkan alokasi APBD yang mencukupi. Ia mendorong agar perencanaan teknis (Detail Engineering Design) segera dimatangkan oleh instansi terkait.

    Tabel Estimasi Manfaat Pelebaran Jalan Al Jafri 2026

    Aspek DampakKondisi Saat IniTarget Pasca-PelebaranManfaat Utama
    Kelancaran ArusSering terjadi kemacetan di jam sibukArus kendaraan mengalir lancarEfisiensi waktu tempuh warga
    Aspek KeselamatanRuang gerak terbatas & rawan lakaTersedianya bahu jalan yang memadaiPenurunan angka kecelakaan
    Nilai EkonomiAkses usaha terbatasKawasan lebih terbuka untuk UMKMPeningkatan harga properti & usaha
    DrainaseKurang optimal di beberapa titikPenataan sistem drainase baruPencegahan genangan air saat hujan
    Estetika KotaTerlihat semrawut saat padatPenataan trotoar dan PJUWajah kota lebih modern & rapi

    4. Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Warga Banjarbaru

    Pelebaran jalan bukan sekadar soal aspal yang lebih luas, melainkan tentang pembukaan akses kesejahteraan. Nurkhalis memprediksi bahwa dengan lebarnya Jalan Al Jafri, geliat ekonomi di sepanjang jalur tersebut akan semakin hidup.

    • Peluang UMKM: Akses jalan yang mudah akan memancing munculnya gerai-gerai usaha baru, mulai dari kuliner hingga jasa. Hal ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
    • Konektivitas Wilayah: Jalan Al Jafri yang lebar akan mempermudah akses ambulans, pemadam kebakaran, dan armada layanan publik lainnya untuk bergerak lebih cepat dalam situasi darurat.

    5. Sinergi antara Legislatif dan Eksekutif

    Nurkhalis terus mendorong Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Walikota agar melihat usulan pelebaran ini secara komprehensif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara visi pembangunan pemerintah dengan kebutuhan nyata di lapangan yang ia serap melalui fungsi pengawasan DPRD.

    Ia juga menyarankan agar proyek ini tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga menyentuh aspek pendukung lainnya seperti penerangan jalan umum (PJU) yang memadai serta jalur pejalan kaki yang ramah bagi penyandang disabilitas (inklusivitas).

    6. Harapan Masyarakat Banjarbaru Selatan

    Dukungan warga terhadap perjuangan Nurkhalis sangat besar. Banyak warga yang berharap proyek ini dapat terealisasi di tahun 2026 tanpa hambatan yang berarti. Keberadaan sosok wakil rakyat yang vokal seperti Nurkhalis dianggap menjadi harapan baru agar keluhan-keluhan klasik mengenai infrastruktur di Banjarbaru bisa segera tertangani secara tuntas.

    “Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar janji saat pemilu. Langkah Pak Nurkhalis membawa isu Jalan Al Jafri ke DPRD sangat kami apresiasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

    Kesimpulan: Komitmen untuk Banjarbaru yang Lebih Maju

    Perjuangan Anggota DPRD Banjarbaru, Nurkhalis, dalam pelebaran Jalan Al Jafri adalah bukti nyata dedikasi seorang wakil rakyat terhadap pembangunan daerahnya. Infrastruktur yang baik adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah kota, terutama bagi Banjarbaru yang kini menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

    Dengan terus mengawal aspirasi ini, Nurkhalis berharap Jalan Al Jafri dapat bertransformasi menjadi jalur yang aman, nyaman, dan mampu menjadi pendorong kemajuan ekonomi di masa depan. Mari kita kawal bersama komitmen ini agar perbaikan kualitas hidup warga Banjarbaru dapat segera terwujud melalui pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Polda Kalimantan Selatan Prediksi Terjadi Dua Gelombang Arus Balik Tahun Ini

    Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Kalimantan Selatan mulai memasuki fase kepulangan masyarakat ke daerah asal. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung memiliki satu titik puncak yang padat, Polda Kalimantan Selatan prediksi terjadi dua gelombang arus balik tahun ini. Fenomena ini dipicu oleh kalender libur nasional yang strategis serta adanya perbedaan masa masuk kerja antara sektor swasta, instansi pemerintahan, dan sektor pendidikan di wilayah “Bumi Lambung Mangkurat”.

    Antisipasi terhadap dua gelombang ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalteng dan jajaran Polres di seluruh kabupaten/kota. Strategi pengamanan yang matang kini disiapkan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur trans-Kalimantan serta meminimalisir risiko kecelakaan di titik-titik rawan.

    1. Membedah Dua Gelombang Arus Balik 2026

    Berdasarkan analisis data pergerakan kendaraan dan pola cuti bersama, Polda Kalteng memetakan dua fase krusial yang harus diwaspadai oleh para pengguna jalan.

    • Gelombang Pertama (H+3 hingga H+5): Gelombang ini diprediksi akan didominasi oleh pekerja sektor swasta, pedagang, dan buruh industri yang harus kembali beraktivitas lebih awal. Arus kendaraan dari arah Hulu Sungai (Banua Anam) menuju Banjarmasin dan sekitarnya diperkirakan akan mulai merayap pada fase ini.
    • Gelombang Kedua (H+7 hingga H+10): Fase ini diprediksi menjadi puncak yang lebih besar karena melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan BUMN, serta pelajar. Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan sisa libur untuk mengunjungi objek wisata sebelum kembali pulang membuat gelombang kedua ini memiliki volume kendaraan yang lebih masif.

    2. Titik Rawan Kemacetan dan Jalur Utama

    Polda Kalsel memberikan perhatian khusus pada jalur utama yang menghubungkan antar-provinsi dan antar-kabupaten. Beberapa titik diprediksi akan menjadi pusat kepadatan:

    • Jalur Lintas Hulu Sungai: Perjalanan dari Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah menuju Banjarmasin sering kali mengalami hambatan di titik pasar tumpah dan persimpangan jalan di wilayah Martapura dan Banjarbaru.
    • Jalur Lintas Pesisir: Arus balik dari arah Tanah Bumbu dan Kotabaru menuju pusat kota juga diprediksi padat, terutama di area sekitar Pelaihari yang sering kali menjadi titik pertemuan arus wisata dan arus balik.
    • Jalur Trans-Kalimantan (Perbatasan Kalteng-Kalsel): Jembatan Barito dan wilayah Anjir Muara menjadi atensi karena merupakan urat nadi transportasi logistik dan penumpang antar-provinsi.

    Tabel Estimasi Puncak Arus Balik Kalimantan Selatan 2026

    Gelombang ArusEstimasi TanggalPrediksi Jenis KendaraanFokus Pengamanan
    Gelombang IH+3 sampai H+5 LebaranKendaraan Pribadi & TravelUrai Kemacetan di Simpang Empat
    Gelombang IIH+7 sampai H+10 LebaranBus Antar-Kota & MotorAntisipasi Laka Lantas & Wisata
    Puncak TertinggiAkhir Pekan Terakhir LiburSemua Jenis KendaraanContraflow & Patroli Skala Besar
    Jalur Paling PadatLintas Banua AnamRoda Dua (Mendominasi)Pos Pantau Terpadu

    3. Strategi Operasi Ketupat Intan: Penguatan Personel

    Menghadapi dua gelombang arus balik ini, Polda Kalsel menyiagakan ribuan personel dalam Operasi Ketupat Intan 2026. Strategi yang diterapkan tidak hanya terpaku pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga pada aspek keamanan dan pelayanan.

    • Penambahan Personel di Titik Lelah: Polda menempatkan petugas tambahan di area-area yang dikenal sebagai titik lelah (fatigue point). Petugas akan memberikan imbauan secara persuasif kepada pengemudi untuk beristirahat di posko yang telah disediakan.
    • Tim Urai Macet (Gajah Mada): Tim khusus yang menggunakan sepeda motor disiagakan untuk menembus kemacetan dan memberikan bantuan cepat jika terjadi kendaraan mogok atau kecelakaan ringan yang menghambat jalur utama.

    4. Digitalisasi Pemantauan Arus Balik

    Polda Kalsel memanfaatkan teknologi terbaru untuk memonitor pergerakan dua gelombang arus balik ini secara real-time.

    • Optimasi RTMC: Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Kalsel memantau seluruh CCTV yang terpasang di persimpangan strategis. Jika terpantau kepadatan yang melebihi kapasitas jalan, petugas di lapangan akan segera diinstruksikan untuk melakukan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan jalur.
    • Aplikasi Navigasi Terpadu: Masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi peta digital yang sudah terintegrasi dengan data penutupan jalan atau jalur alternatif yang direkomendasikan oleh kepolisian.

    5. Pesan Keamanan: Utamakan Keselamatan, Bukan Kecepatan

    Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas secara rutin memberikan pesan edukatif kepada para pemudik yang akan kembali. Kunci utama keberhasilan arus balik tahun ini adalah kesadaran kolektif pengguna jalan.

    • Kesiapan Fisik dan Kendaraan: Pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan diri. “Dua gelombang arus balik ini diprediksi panjang waktunya, jadi tidak perlu terburu-buru. Lebih baik sampai dengan selamat daripada mengejar waktu namun berisiko kecelakaan,” pesan Kapolda.
    • Waspada Cuaca Ekstrem: Mengingat cuaca di Kalimantan Selatan yang sering tidak menentu, pemudik diminta waspada terhadap jalan licin dan potensi pohon tumbang di jalur-jalur yang banyak pepohonan besar.

    6. Sinergi Lintas Sektoral di Pos Terpadu

    Keberhasilan mengelola dua gelombang arus balik ini melibatkan sinergi erat antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Di setiap pos terpadu, tersedia layanan pengecekan kesehatan gratis bagi sopir angkutan umum serta pengecekan kelaikan kendaraan (ramp check) secara acak.

    Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bus-bus antar-kota yang membawa puluhan penumpang dalam kondisi prima dan sopirnya bebas dari pengaruh narkoba atau alkohol, sehingga keselamatan penumpang dapat terjamin sepenuhnya.

    Kesimpulan: Kerjasama Kunci Kelancaran Arus Balik

    Prediksi Polda Kalimantan Selatan mengenai dua gelombang arus balik tahun ini merupakan peringatan dini sekaligus panduan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan pulang. Dengan membagi arus menjadi dua fase, diharapkan kepadatan ekstrem di satu waktu dapat dihindari, sehingga risiko kecelakaan fatal dapat ditekan seminimal mungkin.

    Polda Kalsel berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama Operasi Ketupat Intan 2026 berlangsung. Namun, dukungan masyarakat melalui kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan tetap menjadi faktor penentu utama. Mari kita jadikan momentum arus balik ini sebagai perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan di “Bumi Antasari”. Selamat kembali beraktivitas, dan tetap utamakan keselamatan di jalan raya.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Miliaran Rupiah THR Cair untuk ASN di Banua: Tanah Bumbu Kalimantan Terbesar

    Momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa angin segar bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kalimantan Selatan, atau yang akrab disapa “Banua”. Kabar yang paling dinantikan akhirnya tiba: miliaran rupiah THR cair untuk ASN di Banua, dengan catatan khusus bahwa Kabupaten Tanah Bumbu menjadi yang terbesar dalam pengalokasian anggaran tersebut di tingkat regional. Kebijakan ini bukan sekadar pemenuhan hak administratif bagi para abdi negara, melainkan strategi ekonomi makro daerah untuk memacu daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan.

    Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyejahterakan pegawainya. Dengan dukungan fiskal yang stabil dari sektor pendapatan daerah, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang masif, tidak hanya bagi para penerima langsung, tetapi juga bagi sektor UMKM dan pasar tradisional di Bumi Bersujud.

    1. Tanah Bumbu: Rekor Alokasi Terbesar di Banua

    Mengapa Tanah Bumbu menjadi kabupaten dengan alokasi THR terbesar di Kalimantan Selatan tahun ini? Jawabannya terletak pada kombinasi jumlah personel ASN serta struktur penggajian yang mencakup komponen tambahan penghasilan yang maksimal.

    • Anggaran Fantastis: Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengucurkan dana yang mencapai puluhan miliar rupiah. Dana ini mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, hingga tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang dibayarkan penuh sesuai regulasi terbaru.
    • Kecepatan Pencairan: Di saat beberapa daerah masih melakukan proses verifikasi, Tanah Bumbu menjadi salah satu yang tercepat dalam merealisasikan transfer ke rekening masing-masing pegawai. Hal ini dimungkinkan berkat tata kelola keuangan daerah yang sudah terdigitalisasi dengan baik.

    2. Dampak Langsung bagi Kesejahteraan ASN

    Bagi para ASN di Tanah Bumbu, cairnya THR ini adalah berkah di tengah persiapan menyambut lebaran. Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hari raya, mulai dari kebutuhan pokok hingga persiapan mudik ke kampung halaman.

    • Apresiasi Kinerja: Bupati Tanah Bumbu menegaskan bahwa THR ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi ASN yang telah bekerja keras dalam pelayanan publik selama setahun terakhir.
    • Peningkatan Motivasi: Kepastian dan besaran THR yang kompetitif di Tanah Bumbu diyakini dapat meningkatkan moral dan disiplin kerja pegawai pasca-libur lebaran nantinya.

    Tabel Perbandingan Estimasi Alokasi THR di Wilayah Banua 2026

    Wilayah Kabupaten/KotaEstimasi Anggaran THRStatus PencairanKomponen Unggulan
    Tanah BumbuRp 45+ MiliarTuntas 100%Gaji Pokok + TPP Penuh
    BanjarmasinRp 38+ MiliarProses PenyelesaianGaji Pokok + Tunjangan Terikat
    BanjarbaruRp 30+ MiliarTuntasGaji Pokok + TPP
    Tanah LautRp 28+ MiliarTuntasGaji Pokok + Tunjangan Jabatan
    Hulu Sungai TengahRp 22+ MiliarProsesGaji Pokok

    3. Efek Domino bagi Ekonomi Kerakyatan

    Cairnya dana miliaran rupiah di Tanah Bumbu secara serentak menciptakan efek domino yang luar biasa bagi perekonomian lokal. Uang yang diterima oleh ribuan ASN tersebut segera mengalir ke pasar-pasar, pusat perbelanjaan, dan toko-toko kelontong.

    • Geliat Pasar Tradisional: Pasar Sabtu dan Minggu di Batulicin hingga Simpang Empat tampak dipadati pembeli. Daya beli yang meningkat drastis ini membantu para pedagang kecil meraih keuntungan maksimal di akhir bulan Ramadan.
    • Sektor Transportasi dan Jasa: Bengkel kendaraan, jasa pencucian mobil, hingga agen perjalanan di Tanah Bumbu juga kecipratan berkah. Banyak ASN yang menggunakan dana THR untuk memastikan kendaraan mereka prima sebelum menempuh jalur trans-Kalimantan untuk mudik.

    4. Kebijakan Bupati: Memastikan Inklusivitas Tenaga Honorer

    Tidak hanya bagi ASN (PNS dan PPPK), Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga memberikan perhatian khusus bagi tenaga non-ASN atau honorer. Kebijakan Bupati Tanah Bumbu untuk memberikan kompensasi atau bantuan kesejahteraan bagi tenaga kontrak menjadi nilai tambah yang membuat Tanah Bumbu unggul dalam hal kepedulian sosial.

    Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebahagiaan menyambut lebaran dirasakan oleh seluruh elemen yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten, tanpa ada ketimpangan yang mencolok antara pegawai tetap dan tenaga pendukung.

    5. Pengawasan dan Transparansi Anggaran

    Meskipun alokasi dana sangat besar, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan bahwa setiap rupiah yang keluar terpantau secara transparan.

    • Sistem Payroll Otomatis: Penggunaan sistem perbankan yang terintegrasi meminimalisir risiko keterlambatan dan kesalahan input.
    • Audit Internal: Inspektorat daerah tetap melakukan pengawasan ketat untuk memastikan pemberian THR sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang berlaku, guna menghindari penyalahgunaan anggaran.

    6. Imbauan Bijak Mengelola Dana THR

    Di tengah kegembiraan cairnya dana tersebut, Bupati Tanah Bumbu menyelipkan pesan agar para ASN dapat mengelola keuangan dengan bijak. Mereka dihimbau untuk tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan (panic buying).

    ASN diharapkan dapat menyisihkan sebagian dana untuk zakat, infak, dan sedekah, serta berbelanja di warung-warung milik tetangga atau pedagang lokal. Hal ini bertujuan agar perputaran uang tetap berada di lingkup Tanah Bumbu dan membantu menggerakkan ekonomi warga yang kurang beruntung.

    Kesimpulan: Tanah Bumbu sebagai Lokomotif Kesejahteraan di Banua

    Miliaran rupiah THR yang cair di Tanah Bumbu adalah potret keberhasilan manajemen keuangan daerah yang sehat. Dengan menjadi kabupaten dengan alokasi terbesar di Banua, Tanah Bumbu membuktikan bahwa kemakmuran daerah yang berasal dari sumber daya alam dan pajak dapat dikembalikan secara adil untuk kesejahteraan para abdi negaranya.

    Momentum lebaran 2026 ini menjadi bukti bahwa kebijakan finansial yang tepat sasaran mampu menciptakan kebahagiaan kolektif. Selamat kepada para ASN di Tanah Bumbu, semoga dana yang diterima membawa berkah bagi keluarga dan menjadi pemantik semangat untuk terus membangun “Bumi Bersujud” menjadi daerah yang lebih maju dan religius.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Bupati HSU Kalimantan Selatan Mengadakan Haul Datu H. Abdullah di Desa Jumba: Manifestasi Spiritualitas dan Penghormatan Leluhur

    Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang dikenal dengan julukan “Kota Itik”, kembali memancarkan nuansa religius yang kental. Di tengah kesibukan roda pemerintahan dan dinamika pembangunan daerah, nilai-nasional spiritualitas tetap menjadi fondasi utama bagi masyarakatnya. Hal ini terbukti saat Bupati HSU, Kalimantan Selatan, mengadakan Haul Datu H. Abdullah di Desa Jumba, Kecamatan Amuntai Selatan. Acara yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai pelosok daerah ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus mengenang jasa besar seorang ulama dan tokoh berpengaruh di Bumi Khuripan.

    Pelaksanaan haul di Desa Jumba ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di HSU tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga sangat memperhatikan pembangunan mental-spiritual melalui pelestarian tradisi manakib (pembacaan riwayat hidup) para wali dan ulama terdahulu.

    1. Sosok Datu H. Abdullah: Ulama Kharismatik Kebanggaan Jumba

    Datu H. Abdullah merupakan sosok yang namanya harum di ingatan kolektif masyarakat Desa Jumba dan sekitarnya. Beliau dikenal sebagai pendakwah yang gigih menyebarkan syiar Islam dengan pendekatan yang lembut dan menyejukkan.

    • Wariskan Ilmu dan Adab: Semasa hidupnya, Datu H. Abdullah dianggap sebagai rujukan dalam persoalan agama dan sosial. Beliau tidak hanya mengajarkan syariat, tetapi juga menanamkan adab dan akhlakul karimah kepada murid-muridnya, yang kini banyak menjadi tokoh agama di HSU.
    • Magnet Kedatangan Peziarah: Makam beliau di Desa Jumba selalu menjadi magnet bagi peziarah. Haul yang diadakan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten HSU ini menjadi bentuk pengakuan atas jasa-jasa beliau dalam membentuk karakter religius masyarakat Amuntai.

    2. Kehadiran Bupati HSU: Simbol Kedekatan Ulama dan Umara

    Kehadiran Bupati HSU dalam acara ini memberikan pesan kuat mengenai pentingnya sinergi antara Ulama (pemimpin agama) dan Umara (pemimpin pemerintahan). Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa keberkahan sebuah daerah sangat bergantung pada penghormatan penduduknya terhadap para kekasih Allah (Waliyullah).

    Bupati HSU tampak berbaur dengan jamaah, duduk bersila mengikuti rangkaian dzikir, nasyid, dan pembacaan doa. Partisipasi aktif bupati ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang membumi, di mana seorang pemimpin daerah tidak segan turun ke desa untuk mengikuti tradisi lokal yang sakral.

    3. Desa Jumba: Pusat Perhatian dan Gotong Royong Warga

    Desa Jumba mendadak menjadi pusat perhatian. Persiapan matang dilakukan oleh warga setempat jauh-jauh hari sebelum acara puncak dimulai. Semangat gotong royong warga Jumba dalam menyambut tamu haul menjadi daya tarik tersendiri.

    • Persiapan Konsumsi: Sebagaimana tradisi haul di Kalimantan Selatan, warga secara sukarela memasak dalam porsi besar (masak besar). Hidangan khas Banjar disajikan secara gratis bagi setiap jamaah yang datang sebagai bentuk penghormatan kepada tamu Datu H. Abdullah.
    • Manajemen Arus Lalu Lintas: Relawan muda dari Desa Jumba bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengatur parkir dan arus lalu lintas agar para jamaah dapat beribadah dengan tenang tanpa terkendala kemacetan.

    Tabel Rincian Kegiatan Haul Datu H. Abdullah di Desa Jumba

    Agenda KegiatanDeskripsi PelaksanaanTujuan Spiritual
    Pembacaan MaulidSyair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAWMenanamkan rasa cinta kepada Rasulullah
    Dzikir BersamaKalimat thoyyibah dan tahlilMenenangkan hati & mendoakan almarhum
    Manakib Datu AbdullahPembacaan riwayat hidup & keteladananMengambil pelajaran dari sifat saleh beliau
    Tausiyah AgamaCeramah oleh ulama terkemukaMeningkatkan pemahaman keislaman jamaah
    Doa PenutupDoa untuk keberkahan daerah HSUMemohon keselamatan dunia dan akhirat

    4. Haul Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

    Selain dimensi spiritual, pelaksanaan Haul Datu H. Abdullah juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Desa Jumba dan sekitarnya. Ribuan jamaah yang datang menciptakan peluang bagi pedagang kecil dan UMKM lokal.

    Para penjual perlengkapan ibadah, makanan ringan, hingga jasa parkir merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan. Bupati HSU dalam pesannya sering menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini adalah “wisata religi” yang memiliki efek domino bagi kesejahteraan rakyat jelata, sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya di HSU.

    5. Pesan Moral: Meneladani Kesabaran dan Ketulusan

    Dalam tausiyah yang disampaikan oleh ulama yang diundang, ditekankan kembali mengenai pentingnya meneladani sifat-sifat Datu H. Abdullah, terutama dalam hal kesabaran dan ketulusan dalam berdakwah.

    Bupati HSU mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya sekadar menghadiri haul secara fisik, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai luhur yang diajarkan almarhum. Di era digital yang penuh dengan tantangan moral, sosok seperti Datu H. Abdullah adalah kompas bagi generasi muda HSU agar tetap teguh pada ajaran agama dan norma kesopanan.

    6. Komitmen Pemerintah Kabupaten HSU Terhadap Tradisi

    Penyelenggaraan haul ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten HSU dalam menjaga kelestarian tradisi Banjar. Bupati menyadari bahwa kekuatan utama Kalimantan Selatan, khususnya wilayah Hulu Sungai, terletak pada religiusitasnya.

    “Pemerintah akan selalu hadir untuk mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini. Ini adalah identitas kita. HSU hebat karena doanya para ulama dan ketaatan masyarakatnya,” ujar Bupati di sela-sela acara. Dukungan ini mencakup perbaikan akses jalan menuju makam di Desa Jumba serta fasilitas pendukung lainnya agar peziarah merasa nyaman.

    Kesimpulan: Keberkahan dari Desa Jumba untuk HSU

    Pelaksanaan Haul Datu H. Abdullah di Desa Jumba yang diadakan oleh Bupati HSU merupakan cerminan harmonisasi antara tradisi, agama, dan pemerintahan. Acara ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang membangun masa depan HSU yang lebih bermartabat dan religius.

    Melalui haul ini, masyarakat diingatkan kembali akan akar budaya dan spiritualitas mereka. Desa Jumba telah menjadi saksi bisu betapa besarnya cinta masyarakat terhadap ulamanya. Semoga semangat yang terpancar dari Haul Datu H. Abdullah ini terus mengalir, membawa ketenangan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Inklusivitas di Hari Kemenangan: Walikota Banjarbaru Sambut Hangat Tamu Disabilitas Saat Lebaran

    Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terasa sangat istimewa dan penuh makna. Di tengah keriuhan warga yang datang silih berganti untuk bersilaturahmi, ada pemandangan yang menyejukkan hati di kediaman dinas orang nomor satu di “Kota Idaman“. Dengan penuh ketulusan, Walikota Banjarbaru menyambut tamu dari kalangan disabilitas saat Lebaran, menjadikan momen open house tahun ini sebagai simbol nyata bahwa Banjarbaru adalah kota yang ramah, inklusif, dan memanusiakan seluruh warganya tanpa terkecuali.

    Langkah ini bukan sekadar protokoler biasa, melainkan sebuah pesan kuat tentang kesetaraan. Bagi para penyandang disabilitas, kesempatan untuk bertatap muka langsung, bersalaman, dan bercengkerama dengan pemimpin daerah di hari raya adalah bentuk pengakuan sosial yang sangat berharga.

    1. Suasana Hangat Tanpa Sekat di Kediaman Walikota

    Sejak pagi hari, pintu kediaman dinas Walikota Banjarbaru telah terbuka lebar. Namun, yang menarik perhatian adalah kesiapsaapan petugas protokol dan relawan dalam menyambut tamu-tamu istimewa dengan kebutuhan khusus.

    • Aksesibilitas Utama: Walikota memastikan jalur bagi pengguna kursi roda tersedia dengan baik, sehingga para tamu disabilitas dapat masuk ke area utama pertemuan dengan nyaman tanpa hambatan fisik.
    • Sambutan Personal: Alih-alih hanya berdiri di pelaminan, Walikota Banjarbaru terlihat turun langsung menghampiri para tamu disabilitas. Ia menyapa satu per satu, menanyakan kabar, dan tak segan untuk duduk sejajar dengan pengguna kursi roda demi menciptakan suasana obrolan yang setara dan akrab.

    2. Inklusivitas: Jantung dari Kota Idaman

    Visi Banjarbaru sebagai “Kota Idaman” (Indah, Damai, Nyaman) kini semakin diperkuat dengan dimensi inklusivitas. Walikota menegaskan bahwa kebahagiaan Lebaran harus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun sensorik.

    “Lebaran adalah momen kemenangan bagi kita semua. Saya ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita dari kalangan disabilitas tidak merasa terpinggirkan. Pintu rumah saya, dan pintu hati pemerintah kota, selalu terbuka untuk mereka,” ujar Walikota di sela-sela kegiatan tersebut.

    3. Mendengar Aspirasi Lewat Silaturahmi

    Momen silaturahmi Lebaran ini juga dimanfaatkan oleh Walikota Banjarbaru untuk mendengar langsung keluh kesah dan harapan komunitas disabilitas. Sambil menikmati hidangan khas Banjar seperti Lontong Orari dan Soto Banjar, diskusi ringan mengenai fasilitas publik pun mengalir.

    • Fasilitas Ramah Disabilitas: Beberapa tamu memberikan masukan mengenai perlunya penambahan guiding block di trotoar baru dan aksesibilitas di perkantoran pemerintah.
    • Program Pemberdayaan: Walikota merespons dengan komitmen untuk terus meningkatkan alokasi anggaran bagi program kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Banjarbaru melalui pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.

    Tabel Upaya Perwujudan Kota Inklusif Banjarbaru 2026

    Bidang LayananInovasi Pemerintah KotaDampak bagi Disabilitas
    InfrastrukturPembangunan trotoar ramah difabel di pusat kotaKemandirian mobilisasi di ruang publik
    PendidikanPenguatan Sekolah Inklusi di tiap kecamatanAkses pendidikan setara bagi anak berkebutuhan khusus
    KesehatanLayanan jemput bola (Home Care) disabilitasKemudahan akses medis tanpa harus ke RS
    SosialSantunan berkala & Alat bantu (Kursi roda/Alat dengar)Meringankan beban ekonomi keluarga
    KetenagakerjaanKuota 2% pekerja disabilitas di instansi PemkotMemberikan martabat melalui kemandirian ekonomi

    4. Peran Organisasi Disabilitas dalam Pembangunan

    Kehadiran tokoh-tokoh dari organisasi disabilitas di Banjarbaru, seperti HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) atau PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) setempat, menunjukkan sinergi yang kuat dengan pemerintah.

    Walikota mengakui bahwa keberhasilan Banjarbaru meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional tidak lepas dari masukan kritis dan konstruktif komunitas disabilitas. Mereka bukan lagi sekadar objek penerima bantuan, melainkan subjek pembangunan yang aktif memberikan perspektif berbeda dalam penataan kota.

    5. Momen Haru dan Kebahagiaan Bersama

    Ada momen haru ketika seorang anak penyandang disabilitas netra membacakan puisi singkat tentang hari raya di depan Walikota. Suasana menjadi hening sejenak sebelum akhirnya pecah oleh tepuk tangan apresiasi. Kejadian-kejadian kecil seperti inilah yang membuat Lebaran di Banjarbaru tahun ini terasa lebih bermakna daripada tahun-tahun sebelumnya.

    Walikota juga memberikan “tali asih” atau bingkisan Lebaran secara simbolis sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan moral. Namun, bagi para tamu, perhatian dan waktu yang diberikan Walikota jauh lebih bernilai daripada materi yang diterima.

    6. Komitmen Banjarbaru Menuju Kota Ramah Disabilitas Dunia

    Langkah Walikota menyambut tamu disabilitas ini adalah bagian dari peta jalan besar menjadikan Banjarbaru sebagai role model kota inklusif di Indonesia, bahkan dunia. Walikota berambisi agar setiap sudut kota, mulai dari taman hingga transportasi publik, dapat diakses secara mandiri oleh siapa saja.

    Ke depan, Pemkot Banjarbaru berencana meluncurkan aplikasi khusus layanan pengaduan dan bantuan darurat bagi penyandang disabilitas yang terintegrasi dengan pusat komando kota. Ini adalah langkah nyata transformasi digital yang berpihak pada kemanusiaan.

    Kesimpulan: Pemimpin yang Hadir untuk Semua

    Perayaan Lebaran di kediaman Walikota Banjarbaru tahun ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa kepemimpinan yang sesungguhnya adalah kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak, terutama mereka yang sering kali terlupakan oleh gegap gempita pembangunan.

    Dengan menyambut tamu disabilitas secara terhormat, Walikota Banjarbaru telah membuktikan bahwa perbedaan fisik bukanlah penghalang untuk bersilaturahmi. Kemenangan Idulfitri menjadi sempurna ketika sekat-sekat sosial runtuh dan digantikan oleh rasa persaudaraan yang tulus. Semoga semangat inklusivitas dari Kota Idaman ini terus menjalar ke wilayah lain di Kalimantan Selatan, menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan penuh empati bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. Selamat Idulfitri, Banjarbaru yang inklusif!

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Waspada! Berikut Titik Rawan Kecelakaan di HST: Panduan Berkendara Aman di Bumi Murakata

    Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) merupakan salah satu urat nadi transportasi penting di Kalimantan Selatan. Sebagai wilayah yang membelah jalur trans-Kalimantan, HST menjadi perlintasan utama bagi kendaraan yang menuju ke arah utara (Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong) maupun ke arah selatan (Hulu Sungai Selatan hingga Banjarmasin). Namun, di balik perannya yang strategis, terdapat tantangan besar dalam hal keselamatan lalu lintas. Angka kecelakaan di wilayah ini sering kali dipicu oleh kondisi geografis, infrastruktur, hingga faktor kelalaian manusia.

    Bagi Anda yang sering melintas di wilayah “Bumi Murakata”, sangat penting untuk mengenali titik rawan kecelakaan di HST. Pengetahuan mengenai zona merah ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai langkah preventif agar setiap pengendara lebih waspada dan mampu memitigasi risiko saat menempuh perjalanan.

    1. Jalur Lingkar Walangsi-Kapar: Jalur Cepat yang Menipu

    Titik pertama yang wajib diwaspadai adalah jalur lingkar (bypass) yang menghubungkan Desa Walangsi hingga Desa Kapar. Jalur ini merupakan jalan nasional yang didominasi oleh lintasan lurus yang cukup panjang.

    • Kondisi Jalan: Jalanan yang lurus dan mulus sering kali memancing pengendara untuk memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi (di atas 80 km/jam).
    • Risiko Utama: Persimpangan jalan desa yang muncul tiba-tiba tanpa lampu rambu (pelican crossing) sering menjadi pemicu tabrakan samping. Selain itu, arus kendaraan berat seperti truk muatan batu bara dan logistik yang kerap melintas membuat jalur ini sangat berisiko bagi pengendara sepeda motor.
    • Saran Keselamatan: Kurangi kecepatan saat mendekati persimpangan meskipun jalanan terlihat sepi. Pastikan lampu utama menyala agar terlihat oleh kendaraan besar dari arah berlawanan.

    2. Kawasan Tikungan Tajam Birayang

    Menuju ke arah timur atau jalur yang menghubungkan Barabai dengan wilayah Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), terdapat beberapa tikungan tajam di sekitar kawasan Birayang.

    • Kondisi Jalan: Kontur jalan di sini cenderung bergelombang dengan tikungan yang cukup tajam dan sering kali tertutup oleh rimbunnya vegetasi atau bangunan di sisi jalan (blind spot).
    • Risiko Utama: Kendaraan yang melebar ke jalur lawan saat menikung (out of control) sering menjadi penyebab kecelakaan adu banteng. Saat musim hujan, tikungan ini juga rawan licin karena tumpahan material tanah dari pinggir jalan.
    • Saran Keselamatan: Gunakan klakson saat mendekati tikungan tertutup dan jangan sesekali mendahului kendaraan lain di area tikungan.

    Tabel Pemetaan Zona Merah Kecelakaan di Hulu Sungai Tengah

    Lokasi SpesifikKarakteristik KerawananFaktor Pemicu UtamaWaktu Rawan
    Jalur Walangsi-KaparTrek Lurus PanjangKecepatan Tinggi & Arus TrukMalam & Subuh
    Tikungan BirayangTikungan Tajam (Blind Spot)Melebar ke Jalur LawanSiang Hari
    Jalan Trans-Pantai HambawangArus Padat & Pasar TumpahAktivitas Penyeberang JalanPagi Hari
    Tanjakan Pegunungan MeratusTanjakan Curam & JurangRem Blong & Muatan BerlebihSore Hari
    Pusat Kota BarabaiPersimpangan RamaiPelanggaran Rambu & LampuJam Pulang Kerja

    3. Jalur Pantai Hambawang: Simpang Tiga yang Sibuk

    Pantai Hambawang merupakan titik pertemuan arus dari arah Banjarmasin menuju Barabai atau belok menuju arah Amuntai (HSU). Ini adalah salah satu titik paling kritis di HST.

    • Kondisi Jalan: Terdapat penyempitan jalur di beberapa titik dan aktivitas pasar tumpah serta pertokoan di pinggir jalan utama.
    • Risiko Utama: Kebingungan pengendara di persimpangan tiga, ditambah dengan banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan, sering memicu kecelakaan beruntun atau gesekan antar kendaraan.
    • Saran Keselamatan: Fokus penuh pada marka jalan dan jangan melakukan pengereman mendadak di area persimpangan. Berikan sinyal lampu sein jauh sebelum berbelok.

    4. Jalur Pegunungan Meratus (Arah Loksado/Kandangan)

    Meskipun sebagian besar jalur pegunungan berada di kabupaten tetangga, wilayah perbatasan HST ke arah pegunungan Meratus memiliki tantangan tersendiri bagi pecinta wisata alam.

    • Kondisi Jalan: Tanjakan yang curam dan turunan yang panjang. Beberapa sisi jalan berbatasan langsung dengan tebing atau jurang tanpa pembatas jalan yang memadai.
    • Risiko Utama: Gagal menanjak atau rem blong saat menuruni bukit. Kondisi mesin kendaraan yang tidak prima sangat berbahaya di jalur ini.
    • Saran Keselamatan: Cek kondisi rem dan ban sebelum melintas. Gunakan engine brake (gigi rendah) saat menuruni tanjakan curam untuk membantu pengereman.

    5. Analisis Faktor Manusia: Kelelahan dan Kelalaian

    Berdasarkan data dari Satlantas Polres HST, mayoritas kecelakaan di titik-titik rawan tersebut dipicu oleh faktor manusia (human error).

    • Kelelahan: Banyak pengendara yang melintas di HST adalah pelintas jarak jauh dari provinsi tetangga (Kaltim atau Kalteng). Rasa kantuk yang menyerang di jalur lurus Walangsi sering kali berakibat fatal.
    • Pelanggaran Rambu: Kurangnya kesadaran untuk mematuhi batas kecepatan dan marka jalan dilarang menyalip menjadi kontributor tetap angka kecelakaan di wilayah ini.

    6. Upaya Mitigasi dari Pemerintah dan Kepolisian

    Polres HST secara rutin melakukan patroli dan pemasangan spanduk imbauan di titik-titik rawan. Selain itu, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan perbaikan jalan yang berlubang terus diupayakan guna meminimalisir risiko.

    Namun, infrastruktur yang baik tidak akan berguna jika tidak dibarengi dengan etika berkendara yang benar. Masyarakat dihimbau untuk selalu menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar ketakutan akan tilang petugas.

    Kesimpulan: Kenali Jalannya, Sayangi Nyawanya

    Mengenali titik rawan kecelakaan di HST adalah langkah awal untuk pulang dengan selamat ke pelukan keluarga. Jalanan di Hulu Sungai Tengah, mulai dari lurusnya Walangsi hingga tajamnya tikungan Birayang, menuntut kewaspadaan penuh dari setiap pengendara.

    Ingatlah bahwa kecelakaan sering kali terjadi bukan karena kita tidak mahir mengemudi, melainkan karena kita meremehkan risiko yang ada di depan mata. Mari kita jadikan Bumi Murakata sebagai wilayah yang ramah pengguna jalan dengan selalu tertib berlalu lintas. Utamakan keselamatan, karena keluarga menunggu Anda di rumah.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Kerusakan DAS Barito dan Maluka Picu Bencana Kalimantan Selatan: Alarm Ekologis di Bumi Antasari

    Provinsi Kalimantan Selatan kini tengah menghadapi tantangan lingkungan yang kian kompleks. Dalam satu dekade terakhir, frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi, terutama banjir besar, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Para pakar lingkungan dan pengamat kebijakan publik menuding satu faktor utama sebagai biang keladi: kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito dan DAS Maluka. Ketidakseimbangan ekosistem di dua urat nadi air utama ini telah menjadi bom waktu yang memicu bencana di Kalimantan Selatan, mengancam keselamatan jiwa, serta stabilitas ekonomi masyarakat.

    DAS Barito yang melintasi beberapa provinsi dan DAS Maluka yang menjadi penopang wilayah sentral Kalsel kini tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai pengatur tata air alami. Alih fungsi lahan yang masif dan degradasi hutan di hulu hingga hilir telah mengubah siklus hidrologi secara permanen.

    1. DAS Barito: Raksasa yang Kehilangan Kekuatannya

    DAS Barito adalah salah satu sistem sungai terbesar di Indonesia. Namun, luasnya bentang alam ini kini berbanding lurus dengan luasnya kerusakan yang terjadi.

    • Deforestasi di Hulu: Penebangan hutan untuk pembukaan lahan pertambangan batu bara dan perkebunan monokultur skala besar di wilayah hulu telah menghilangkan tutupan vegetasi permanen. Tanpa akar pohon yang kuat, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan (infiltrasi) menurun drastis.
    • Sedimentasi dan Pendangkalan: Erosi tanah dari lahan-lahan terbuka di hulu terbawa arus hingga ke sungai utama. Akibatnya, terjadi pendangkalan parah di sepanjang aliran Barito. Ketika curah hujan tinggi, sungai tidak lagi mampu menampung volume air yang meluap, sehingga air dengan cepat menggenangi pemukiman warga di Barito Kuala hingga Banjarmasin.

    2. DAS Maluka: Ancaman di Jantung Pertanian dan Pemukiman

    Berbeda dengan Barito yang masif, DAS Maluka memiliki peran vital bagi wilayah Kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya. Kerusakan di DAS Maluka berdampak langsung pada sentra produksi pangan dan wilayah pemukiman padat.

    • Alih Fungsi Lahan Basah: Wilayah rawa dan lahan basah yang seharusnya menjadi daerah tangkapan air alami kini banyak dikonversi menjadi kawasan industri, perumahan, dan perkebunan sawit. Hal ini menghilangkan “spons” alami yang bertugas menyimpan air cadangan.
    • Pencemaran Limbah: Selain banjir, kerusakan DAS Maluka juga diperparah oleh limbah domestik dan industri yang memperburuk kualitas air. Kerusakan ekosistem sungai menurunkan kemampuan self-purification (pembersihan mandiri) sungai, yang berujung pada matinya biota sungai dan kerugian bagi nelayan lokal.

    Tabel Analisis Faktor Pemicu Bencana di DAS Barito & Maluka

    Faktor KerusakanDampak pada DAS BaritoDampak pada DAS MalukaKonsekuensi Bencana
    PertambanganPembukaan lahan skala masif di huluGalian C yang merusak kontur tanahLongsor dan banjir bandang
    PerkebunanPenurunan daya serap air tanahPerubahan drastis ekosistem rawaBanjir genangan (Rob) yang lama surut
    SedimentasiPendangkalan alur pelayaranPenurunan debit air saat kemarauKrisis air bersih & pendangkalan sungai
    Okupasi LahanPemukiman di bantaran sungaiPembangunan di zona resapanTingginya kerugian materiil saat banjir

    3. Dinamika Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem

    Kerusakan DAS Barito dan Maluka diperparah oleh fenomena perubahan iklim global. Kalimantan Selatan kini lebih sering menghadapi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang jauh di atas normal dalam durasi singkat.

    Tanpa infrastruktur hijau (hutan dan lahan basah) yang memadai, air hujan langsung mengalir ke permukaan (run-off). Kondisi ini menciptakan efek “banjir kilat” yang sulit diprediksi. DAS yang rusak tidak lagi memiliki jeda waktu untuk mengalirkan air secara perlahan ke laut, sehingga akumulasi air terjadi secara serentak di wilayah hilir yang datar.

    4. Dampak Sosial-Ekonomi: Harga Mahal Sebuah Kerusakan

    Bencana yang dipicu kerusakan dua DAS ini telah menelan biaya sosial dan ekonomi yang sangat besar. Banjir besar yang melanda Kalsel beberapa tahun lalu menjadi bukti nyata.

    • Kerusakan Infrastruktur: Jalan trans-Kalimantan yang terputus, jembatan yang runtuh, dan rusaknya fasilitas umum menelan biaya perbaikan hingga triliunan rupiah.
    • Gagal Panen: Ribuan hektar lahan pertanian di sepanjang DAS Maluka sering terendam, mengancam ketahanan pangan daerah.
    • Kesehatan Masyarakat: Munculnya berbagai penyakit pasca-banjir serta krisis air bersih saat kemarau (akibat sungai yang kering dan tercemar) menjadi beban tambahan bagi pemerintah daerah.

    5. Upaya Rehabilitasi: Lebih dari Sekadar Menanam Pohon

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah pusat telah memulai berbagai program pemulihan, namun langkah ini harus dilakukan secara radikal dan konsisten.

    • Moratorium Izin Lahan: Perlu adanya pengetatan atau penghentian sementara izin pembukaan lahan baru di area sensitif DAS Barito dan Maluka. Penegakan hukum terhadap pelanggar tata ruang harus dilakukan tanpa pandang bulu.
    • Restorasi Gambut dan Rawa: Mengembalikan fungsi lahan basah sebagai daerah parkir air. Pembangunan kanal-kanal yang tepat guna untuk mengatur debit air sangat diperlukan.
    • Penghijauan Masif (Revolusi Hijau): Program menanam pohon harus fokus pada jenis vegetasi yang memiliki kemampuan serapan air tinggi dan penguatan tebing sungai demi mengurangi sedimentasi.

    6. Sinergi Masyarakat dan Edukasi Lingkungan

    Penyelamatan DAS Barito dan Maluka tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat di sepanjang bantaran sungai sangat menentukan.

    • Kearifan Lokal: Menggalang kembali budaya “Sungai adalah Kehidupan”, di mana masyarakat dilarang membuang sampah ke sungai dan menjaga sempadan sungai dari bangunan permanen.
    • Sistem Peringatan Dini: Masyarakat di titik-titik rawan sepanjang DAS harus dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda bencana dan jalur evakuasi yang mandiri.

    Kesimpulan: Pilihan Antara Restorasi atau Bencana Berulang

    Kerusakan DAS Barito dan DAS Maluka adalah peringatan keras bahwa alam memiliki batas toleransi. Bencana yang terjadi di Kalimantan Selatan bukanlah murni fenomena alam, melainkan akumulasi dari kelalaian manusia dalam mengelola ruang hidup.

    Masa depan Kalimantan Selatan bergantung pada seberapa berani pemerintah dan masyarakat melakukan langkah korektif hari ini. Memperbaiki DAS Barito dan Maluka adalah investasi untuk keselamatan generasi mendatang. Tanpa tindakan nyata dalam memulihkan dua urat nadi air ini, maka “kemenangan” ekonomi dari eksploitasi lahan hanya akan menjadi hiasan semu di atas duka bencana yang datang berulang kali. Mari kita jaga sungai kita, agar sungai menjaga kita.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • Ribuan Narapidana di Kalsel Terima Remisi Idul Fitri 2026: Puluhan Langsung Bebas

    Gema takbir yang berkumandang di seluruh penjuru Bumi Antasari pada 1 Syawal 1447 Hijriah membawa keberkahan tersendiri bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dalam suasana penuh kemenangan dan kesucian, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Selatan secara resmi mengumumkan pemberian Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 2026. Tercatat, ribuan narapidana di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Kalsel mendapatkan pengurangan masa hukuman, di mana puluhan di antaranya langsung menghirup udara bebas.

    Pemberian remisi ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk apresiasi negara terhadap perubahan perilaku dan ketaatan para narapidana selama menjalani masa pembinaan. Bagi mereka yang langsung bebas, momen ini menjadi titik balik untuk kembali ke tengah keluarga dan memulai lembaran hidup baru yang lebih baik.

    1. Rincian Penerima Remisi: Dari Pengurangan Hari hingga Kebebasan

    Berdasarkan data yang dihimpun dari Kanwil Kemenkumham Kalsel, total penerima remisi tahun ini tersebar di 14 satuan kerja pemasyarakatan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

    • Remisi Khusus I (RK I): Mayoritas narapidana menerima pengurangan masa pidana sebagian, mulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga maksimal 2 bulan. Pengurangan ini diberikan kepada mereka yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, namun masih harus menjalani sisa masa tahanan.
    • Remisi Khusus II (RK II): Ini adalah momen yang paling mengharukan. Puluhan narapidana dinyatakan langsung bebas tepat di hari raya setelah masa pidananya habis setelah dikurangi remisi. Tangis haru pecah saat mereka melakukan sujud syukur di gerbang lapas sebelum melangkah pulang menemui keluarga.

    2. Syarat Mutlak: Berkelakuan Baik dan Mengikuti Pembinaan

    Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel menegaskan bahwa remisi tidak diberikan secara cuma-cuma atau bersifat otomatis bagi semua pemeluk agama Islam di dalam penjara. Ada kriteria ketat yang harus dipenuhi:

    • Disiplin Tinggi: Narapidana tidak boleh melakukan pelanggaran tata tertib selama masa penilaian. Mereka harus terdaftar dalam buku register F (catatan pelanggaran disiplin).
    • Keaktifan Pembinaan: Menunjukkan partisipasi aktif dalam program pembinaan kepribadian (seperti shalat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan) serta pembinaan kemandirian (pelatihan keterampilan kerja).
    • Sistem Penilaian Narapidana (SPPN): Penilaian dilakukan secara objektif melalui instrumen SPPN yang terukur, sehingga subjektivitas petugas dapat diminimalisir.

    Tabel Statistik Remisi Khusus Idul Fitri 2026 Wilayah Kalsel

    Unit Pelaksana Teknis (UPT)Jumlah Penerima RemisiJumlah Langsung Bebas (RK II)Catatan Khusus
    Lapas Kelas IIA Banjarmasin1.200+15Populasi terbanyak
    Lapas Narkotika Karang Intan800+8Fokus rehabilitasi
    Lapas Kelas IIB Banjarbaru600+12Pembinaan kemandirian unggul
    Rutan Kelas IIB Barabai250+4Sinergi dengan Pemkab HST
    UPT Lainnya (Kotabaru, Amuntai, dll)2.500+20+Tersebar di seluruh Kalsel
    TOTAL ESTIMASI5.350+59Data per 1 Syawal 1447 H

    3. Pesan Menkumham: Jadikan Remisi Sebagai Motivasi

    Dalam sambutan Menteri Hukum dan HAM yang dibacakan oleh masing-masing Kepala Satuan Kerja, ditekankan bahwa remisi adalah instrumen untuk memotivasi narapidana agar selalu berbuat baik.

    Bagi narapidana yang mendapatkan RK I, pengurangan masa pidana ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri agar di kesempatan berikutnya (seperti Remisi Umum 17 Agustus atau Idul Fitri tahun depan), mereka bisa mendapatkan pengurangan yang lebih besar atau bahkan menyusul rekan-rekan mereka yang telah bebas. Negara memberikan penghargaan bagi mereka yang mau bertobat dan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.

    4. Harapan bagi yang Langsung Bebas: Kembali Menjadi Insan Berguna

    Fenomena puluhan narapidana yang langsung bebas menjadi sorotan utama. Masyarakat dihimbau untuk tidak memberikan stigmata negatif kepada mereka yang baru keluar dari lapas.

    • Bekal Keterampilan: Selama di dalam lapas, para narapidana telah dibekali berbagai keahlian, mulai dari pertukangan, menjahit, pertanian, hingga kerajinan tangan. Harapannya, bekal ini bisa menjadi modal untuk mencari nafkah yang halal di luar sana.
    • Dukungan Keluarga: Peran keluarga sangat sentral dalam mencegah terjadinya residivisme (pengulangan tindak pidana). Penerimaan keluarga yang tulus akan menguatkan mental mereka untuk tidak kembali ke jalan yang salah.

    5. Overkapasitas dan Optimalisasi Pembinaan di Kalsel

    Pemberian remisi ini juga sedikit banyak membantu mengurangi beban overkapasitas yang masih menghantui hampir seluruh lapas dan rutan di Kalimantan Selatan. Dengan adanya puluhan orang yang bebas dan ribuan yang berkurang masa tahannya, tekanan terhadap hunian lapas sedikit berkurang.

    Kanwil Kemenkumham Kalsel terus berupaya mengoptimalkan program integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) sebagai solusi jangka panjang dalam mengelola populasi warga binaan, sembari tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.

    6. Suasana Idul Fitri di Dalam Lapas: Tetap Syahdu dan Khidmat

    Meskipun berada di balik jeruji besi, kemeriahan Idul Fitri 2026 di lapas-lapas Kalsel tetap terasa hangat. Setelah pelaksanaan Shalat Id berjamaah di lapangan lapas, acara dilanjutkan dengan pembacaan SK Remisi dan tradisi bermaaf-maafan antar sesama warga binaan dan petugas.

    Layanan kunjungan khusus lebaran pun dibuka dengan pengawasan ketat, memungkinkan keluarga datang membawa hidangan khas Banjar seperti lontong tariwis atau masak habang untuk dinikmati bersama. Momen ini menjadi obat rindu sekaligus penguat spiritual bagi para WBP untuk menyelesaikan sisa masa pidana dengan sabar.

    Kesimpulan: Kemenangan Milik Semua Orang

    Pemberian remisi Idul Fitri 2026 bagi ribuan narapidana di Kalimantan Selatan adalah bukti bahwa keadilan tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga memulihkan. Bagi puluhan orang yang bebas, gerbang lapas yang terbuka hari ini adalah gerbang menuju kesempatan kedua.

    Keberhasilan pembinaan di Kalsel tercermin dari perilaku warga binaan yang semakin baik sehingga layak mendapatkan pengurangan hukuman. Mari kita jadikan momentum lebaran ini sebagai simbol pemaafan dan penerimaan, agar mereka yang kembali ke masyarakat dapat merajut masa depan yang lebih cerah di Bumi Lambung Mangkurat. Selamat hari raya, selamat kembali ke keluarga bagi yang bebas, dan tetap semangat menjalani pembinaan bagi yang masih di dalam.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG

  • PLN Kalselteng Perkuat Destana di Kiram: Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Menghadapi Ancaman Bencana

    Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya wilayah Desa Kiram di Kabupaten Banjar, dianugerahi bentang alam yang memukau namun sekaligus menyimpan potensi risiko bencana alam yang nyata. Menyadari pentingnya aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) melakukan langkah proaktif melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). PLN secara resmi memperkuat program Desa Tangguh Bencana (Destana) di kawasan Kiram guna meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam.

    Langkah ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun resiliensi masyarakat. Dengan posisi Kiram sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalteng dan Kalsel, penguatan Destana menjadi krusial agar aktivitas ekonomi pariwisata tetap berjalan selaras dengan standar keamanan dan mitigasi bencana yang mumpuni.

    1. Urgensi Destana di Kawasan Strategis Kiram

    Desa Kiram dikenal dengan topografi perbukitan dan aliran sungai yang eksotis. Namun, kondisi geografis ini juga menyimpan kerawanan terhadap potensi tanah longsor saat musim penghujan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau ekstrem.

    • Mitigasi Berbasis Komunitas: PLN meyakini bahwa warga lokal adalah responden pertama (first responder) saat bencana terjadi. Melalui penguatan Destana, warga tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan subjek aktif yang memiliki pengetahuan teknis untuk melakukan evakuasi mandiri dan penanganan dini.
    • Perlindungan Aset Kelistrikan: Bencana alam sering kali berdampak pada infrastruktur kelistrikan seperti tiang roboh atau kabel putus. Dengan warga yang tangguh bencana, koordinasi pelaporan gangguan listrik akibat bencana dapat dilakukan lebih cepat, sehingga risiko kecelakaan ketenagalistrikan bagi masyarakat dapat diminimalisir.

    2. Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan dan Simulasi

    Salah satu pilar utama yang diperkuat oleh PLN Kalselteng adalah kapasitas sumber daya manusia. Dalam rangkaian program ini, PLN memfasilitasi serangkaian pelatihan intensif yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    Materi Pelatihan Destana Kiram meliputi:

    1. Pemetaan Kawasan Rawan: Warga diajak mengidentifikasi titik-titik krusial di desa mereka yang paling rentan terhadap bencana.
    2. Pertolongan Pertama (First Aid): Pelatihan penanganan cedera ringan hingga prosedur resusitasi sebelum bantuan medis profesional tiba.
    3. Manajemen Dapur Umum dan Logistik: Memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi dengan standar sanitasi yang baik.
    4. Komunikasi Darurat: Penggunaan perangkat komunikasi radio dan pelaporan berbasis aplikasi untuk mempercepat alur informasi ke posko induk.

    Tabel Komponen Penguatan Destana Kiram oleh PLN Kalselteng

    Komponen ProgramDeskripsi TindakanOutput yang Diharapkan
    Edukasi KelistrikanSosialisasi bahaya listrik saat banjirZero accident kelistrikan di area bencana
    Alat Pemadam ApiPenyaluran APAR dan pompa air portabelRespon cepat pemadaman karhutla skala kecil
    Sistem Peringatan DiniPemasangan sirene dan rambu jalur evakuasiWarga tahu ke mana harus berlari saat darurat
    Pemberdayaan PemudaPembentukan Forum Remaja TangguhRegenerasi relawan bencana di tingkat desa

    3. Sinergi Kelistrikan dan Keselamatan Publik

    Sebagai perusahaan penyedia energi, PLN memiliki kepentingan khusus dalam memastikan aspek keselamatan ketenagalistrikan saat terjadi bencana. Di Desa Kiram, PLN memasang sensor-sensor otomatis pada trafo tertentu dan memberikan edukasi mengenai prosedur pemutusan aliran listrik saat terjadi banjir besar.

    Petugas PLN juga melakukan perintisan pohon (row) secara rutin di jalur-jalur kabel yang melintasi perbukitan Kiram. Dukungan warga Destana dalam melaporkan dahan pohon yang mulai mendekati kabel listrik sangat membantu PLN dalam mencegah terjadinya pemadaman mendadak yang dipicu oleh gangguan alam, sekaligus menjaga agar warga tetap aman dari potensi arus pendek.

    4. Bantuan Sarana dan Prasarana Mitigasi

    Selain pelatihan, PLN Kalselteng juga menyerahkan bantuan peralatan fisik yang mendukung kesiapsiagaan desa. Bantuan ini mencakup tenda darurat, perahu karet untuk evakuasi di titik rendah, serta alat pelindung diri (APD) bagi relawan desa.

    Pengadaan alat pemadam api ringan (APAR) dan pompa air pemadam karhutla menjadi prioritas, mengingat Kiram berdekatan dengan kawasan hutan yang rawan terbakar. Dengan adanya alat yang memadai di tingkat desa, titik api dapat dipadamkan sebelum merambat luas ke area pemukiman atau merusak fasilitas umum.

    5. Dampak Ekonomi: Kepercayaan Wisatawan Meningkat

    Destana Kiram tidak hanya bermanfaat bagi warga lokal, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke Kiram Park atau wilayah perbukitan sekitarnya akan merasa lebih nyaman mengetahui bahwa desa tersebut memiliki sistem tanggap darurat yang terorganisir.

    “Keamanan adalah bagian dari pelayanan wisata. Jika sebuah desa sudah berstatus Destana, maka kepercayaan investor dan pengunjung akan meningkat. PLN hadir untuk mendukung stabilitas ekonomi daerah melalui rasa aman tersebut,” ungkap perwakilan manajemen PLN Kalselteng dalam sebuah kunjungan lapangan.

    6. Harapan Menuju Desa Mandiri dan Tangguh

    Program penguatan Destana di Kiram ditargetkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. PLN berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kapasitas warga secara berkala, bukan hanya saat program berlangsung, tetapi juga melalui pendampingan berkelanjutan.

    Resiliensi masyarakat Kiram diharapkan menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi perubahan iklim yang sering memicu anomali cuaca. Dengan warga yang siaga, kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana dapat ditekan serendah mungkin, mewujudkan visi Kalsel yang tangguh dan sejahtera.

    Kesimpulan: Kolaborasi Energi untuk Kemanusiaan

    Upaya PLN Kalselteng memperkuat Destana di Kiram adalah wujud nyata bahwa energi tidak hanya soal menerangi lampu, tetapi juga menerangi harapan dan rasa aman di hati masyarakat. Sinergi antara korporasi, pemerintah daerah, dan warga desa merupakan kunci keberhasilan mitigasi bencana di era modern.

    Melalui kesiapsiagaan yang ditingkatkan, Desa Kiram siap menghadapi tantangan alam dengan kepala tegak. Mari kita dukung inisiatif positif ini agar budaya sadar bencana menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat di Bumi Antasari. PLN Kalselteng membuktikan bahwa kepedulian terhadap keselamatan warga adalah bentuk pelayanan tertinggi bagi bangsa.

    BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
    โ€“BERITA IRON4D
    โ€“BERITA BOLA
    โ€“BERITA KALTIM
    โ€“BERITA KALTENG