
TABALONG – Hiruk-pikuk aktivitas ekonomi masyarakat di pagi hari selalu menjadi denyut nadi kehidupan di wilayah pedesaan. Di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, kehadiran pasar mingguan bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan momentum berkumpulnya warga dari berbagai penjuru desa. Guna memastikan roda ekonomi ini berputar tanpa kendala keamanan, jajaran Polsek Haruai secara rutin menyambangi pasar mingguan di Desa Kembang Kuning, langkah ini dilakukan demi memberikan rasa aman yang nyata di tengah masyarakat.
Kehadiran personel kepolisian di tengah kerumunan pasar merupakan implementasi dari program prioritas Polri dalam menghadirkan sosok pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di titik-titik keramaian. Langkah preventif ini bertujuan untuk meminimalisir niat maupun kesempatan bagi para pelaku kejahatan yang sering memanfaatkan kelengahan warga di pusat perbelanjaan tradisional.
Kehadiran Polisi: Lebih dari Sekadar Patroli
Patroli dialogis yang dilakukan oleh Polsek Haruai di Pasar Kembang Kuning bukanlah sekadar jalan-jalan formal berseragam. Para petugas yang terjun ke lapangan melakukan pendekatan yang humanis, menyapa pedagang satu per satu, serta berdialog dengan para pengunjung pasar. Pendekatan ini disebut sebagai Community Policing, di mana polisi membangun kepercayaan masyarakat agar warga tidak segan untuk melapor jika menemui hal-hal mencurigakan.
Kapolsek Haruai menegaskan bahwa kehadiran anggotanya di lapangan bertujuan untuk menciptakan efek jera (deterrent effect) bagi pelaku kriminalitas seperti pencopetan, penipuan, maupun peredaran uang palsu yang kerap menghantui pasar-pasar tradisional di wilayah pelosok.
Fokus Pengamanan: Mencegah Kriminalitas dan Penipuan
Dalam setiap kunjungannya, personel Polsek Haruai memberikan atensi khusus pada beberapa kerawanan yang sering terjadi di pasar mingguan:
1. Antisipasi Pencurian dan Penjambretan Pasar yang padat pengunjung adalah lokasi empuk bagi pelaku copet. Petugas secara aktif mengingatkan ibu-ibu untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok dan selalu waspada terhadap tas bawaan mereka. Edukasi ini dilakukan secara langsung menggunakan pengeras suara maupun dialog tatap muka.
2. Pengawasan Peredaran Uang Palsu Pasar mingguan sering kali menjadi target peredaran uang palsu karena ritme transaksi yang cepat sehingga pedagang kadang kurang teliti. Polsek Haruai memberikan tips sederhana “Dilihat, Diraba, Diterawang” kepada para pedagang sembako dan sayuran agar tidak menjadi korban penipuan.
3. Penertiban Parkir dan Arus Lalu Lintas Keberadaan pasar mingguan sering kali memicu kemacetan di jalan desa karena parkir kendaraan yang tidak teratur. Personel Polsek Haruai turut membantu mengatur lalu lintas dan menata parkir agar akses jalan tetap lancar bagi pengguna jalan lainnya, sehingga tidak terjadi gesekan antar-warga akibat hambatan mobilitas.
Dialogis dan Edukasi: Menyerap Aspirasi Warga
Salah satu keunggulan dari patroli sambang pasar ini adalah fungsi intelijen dasar dan penyerapan aspirasi. Sambil memantau keamanan, petugas sering kali mendapatkan informasi mengenai situasi kamtibmas di desa-desa sekitar. Pedagang yang berasal dari luar desa seringkali menjadi sumber informasi mengenai perkembangan situasi di wilayah lain.
“Melalui obrolan santai di warung kopi pasar, kami bisa mengetahui apa yang sedang menjadi keresahan warga, apakah itu isu pencurian ternak, sengketa lahan, atau masalah sosial lainnya. Informasi ini sangat berharga bagi kami untuk melakukan pemetaan kerawanan,” ujar salah satu personel Bhabinkamtibmas Polsek Haruai.
Mendukung Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Di tahun 2026 ini, stabilitas ekonomi di tingkat desa menjadi sangat krusial. Rasa aman adalah modal utama agar masyarakat mau datang dan berbelanja di pasar tradisional. Jika pasar dianggap rawan dan tidak aman, masyarakat akan enggan datang, yang pada akhirnya akan mematikan usaha para pedagang kecil.
Dengan jaminan keamanan dari Polsek Haruai, para pedagang di Desa Kembang Kuning merasa lebih tenang dalam menjalankan usahanya. “Kami merasa dijaga. Kalau ada bapak-bapak polisi berkeliling, kami tidak takut lagi ada yang berbuat onar atau premanisme yang meminta pungutan liar,” ungkap salah satu pedagang sayur senior di pasar tersebut.
Sinergi dengan Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat
Keberhasilan Polsek Haruai dalam memberikan rasa aman tidak lepas dari sinergi yang kuat dengan perangkat Desa Kembang Kuning. Petugas kebersihan pasar, pengelola parkir, dan tokoh masyarakat dilibatkan dalam sistem keamanan swakarsa. Polisi berperan sebagai koordinator dan pembina bagi mereka.
Setiap temuan masalah di pasar selalu dikoordinasikan dengan kepala desa untuk dicarikan solusinya secara musyawarah. Inilah wujud nyata dari kemitraan Polri dan masyarakat dalam menjaga harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) yang berkelanjutan.
Tantangan Digitalisasi di Pasar Tradisional
Meski berada di wilayah kecamatan, Polsek Haruai juga mulai mengedukasi masyarakat mengenai keamanan transaksi digital. Mengingat sebagian pedagang sudah mulai menggunakan sistem pembayaran QRIS, polisi juga memberikan imbauan agar warga waspada terhadap modus penipuan bukti transfer palsu yang kini mulai merambah wilayah pedesaan.
Langkah inovatif ini menunjukkan bahwa Polsek Haruai tidak hanya terpaku pada cara-cara konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi guna melindungi aset masyarakat dari segala bentuk kejahatan modern.
Pengawasan Harga Bahan Pokok
Selain aspek keamanan fisik, kehadiran polisi di pasar juga bertujuan untuk memantau stabilitas harga bahan pokok. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen. Data harga yang didapat dari pasar mingguan Kembang Kuning dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi bagi Satgas Pangan tingkat kabupaten.
Intervensi ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat desa dan memastikan inflasi di tingkat daerah tetap terkendali. Polisi memastikan bahwa jalur distribusi pangan menuju Haruai tetap lancar dan bebas dari pungutan liar di jalanan.
Harapan Masyarakat terhadap Polsek Haruai
Warga Desa Kembang Kuning berharap agar kegiatan sambang pasar ini terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada hari pasar tetapi juga pada malam hari di lingkungan pemukiman. Harapan ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan publik terhadap institusi Polsek Haruai.
Petugas merespons harapan tersebut dengan komitmen tinggi. Personel piket fungsi diinstruksikan untuk selalu siap sedia 24 jam melayani laporan masyarakat, baik yang datang langsung ke mako maupun melalui panggilan darurat.
Kesimpulan: Keamanan sebagai Fondasi Kesejahteraan
Aksi nyata Polsek Haruai dalam menyambangi pasar mingguan di Desa Kembang Kuning adalah potret ideal pengabdian Polri kepada masyarakat. Keamanan bukan sekadar angka statistik dalam laporan, melainkan perasaan tenang yang dirasakan warga saat mereka beraktivitas mencari nafkah.

Melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan preventif, Polsek Haruai telah berhasil mengubah wajah kepolisian menjadi sosok yang dicintai dan diandalkan oleh masyarakat desa. Dengan pasar yang aman, ekonomi desa akan terus tumbuh, dan kemandirian masyarakat Desa Kembang Kuning akan semakin kokoh. Haruai Aman, Tabalong Kondusif, Masyarakat Sejahtera.
BACA BERITA LAINNYA DARI KAMI HANYA DISINI:
–BERITA IRON4D
–BERITA BOLA
–BERITA KALTIM
–BERITA KALTENG
Leave a Reply